kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

LPS Catat Jumlah Rekening Simpanan Valas Melonjak 115% yoy di Kuartal III 2026


Jumat, 06 November 2026 / 16:02 WIB
LPS Catat Jumlah Rekening Simpanan Valas Melonjak 115% yoy di Kuartal III 2026
ILUSTRASI. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan masif pada jumlah rekening valuta asing (valas) dolar Amerika Serikat (AS) alias USD di perbankan  (AFP/HUSSEIN FALEH)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan masif pada jumlah rekening valuta asing (valas) dolar Amerika Serikat (AS) alias USD di perbankan pada kuartal ketiga tahun ini.

Hingga September 2026, data terbaru LPS menunjukkan, jumlah rekening dolar AS di perbankan tercatat sebanyak 19,47 juta rekening. Jumlah ini mencerminkan pertumbuhan 6,3% dalam sebulan dan hingga 115,7% dalam setahun. Sejak awal tahun, pertumbuhannya mencapai 176,5%. 

Di sisi lain, jumlah rekening rupiah di perbankan dalam periode sama mencapai 692,64 juta, cuma tumbuh 0,6% dalam sebulan dan 6% dalam setahun. Pun sejak awal tahun, pertumbuhannya hanya sebesar 5,2%. 

Baca Juga: Bank Butuh Dana Topang Kredit, LPS Prediksi Suku Bunga Simpanan Bakal Naik

Meski begitu, secara komposisi, rekening rupiah jelas masih jauh mendominasi, setara 97,3% dari total rekening simpanan di perbankan. Sementara rekening dolar AS hanya setara  2,7%. 

Hanya saja, pertumbuhan jumlah rekening valas yang masif ini tak serta-merta mendorong nilai simpanan valas. 

Dalam periode yang sama, simpanan valas di perbankan tumbuh 20,5% dalam setahun menjadi Rp 1.771,32 triliun. Pertumbuhan itu tetap lebih kencang ketimbang pertumbuhan simpanan rupiah yang sebesar 6,5% dalam setahun menjadi Rp 8.742,33 triliun. 

Berdasarkan kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI), pertumbuhan jumlah rekening paling masif terjadi di KBMI 2, yakni sebesar 44,7% dalam setahun menjadi 123,88 juta rekening. Menyusul jumlah rekening di KBMI I tumbuh 10,9% dalam setahun menjadi 106,31 juta rekening. 

Sementara itu, pertumbuhan lebih terbatas di dua kelompok lainnya. Jumlah rekening di KBMI 3 hanya tumbuh 2,4% dalam setahun menjadi 85,71 juta rekening sementara di KBMI 4 bahkan terkoreksi 0,8% dalam setahun menjadi 390,2 juta rekening. 

Baca Juga: BCA (BBCA) Naikkan Target Kredit 2026 Jadi 11%, Ini Pendorong Pertumbuhannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×