kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

LPS Masih menunggu UU penjaminan polis asuransi


Kamis, 13 Desember 2012 / 13:51 WIB
ILUSTRASI. Pengemudi mengisi daya listrik kendaraan di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). KONTAN/Baihaki/29/1/2020


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa

JAKARTA. Wacana penjaminan polis asuransi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus bergulir.

Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Mirza Adityaswara mengaku, LPS masih menunggu Undang-Undang Asuransi agar lembaganya bisa menjamin polis asuransi.

Saat ini, UU tersebut masih dibahas regulator. "Misalkan RUU memberi mandat bahwa polis asuransi harus mendapat jaminan, maka LPS harus siap kalau ditugaskan," kata Mirza.

Menurutnya, harus ada pasal-pasal yang mengatur tentang penjaminan asuransi. Masalahnya, adalah apakah UU tersebut akan dilengkapi dengan UU asuransi atau ada UU-nya sendiri. "Misalnya, UU penjaminan polis asuransi, seperti UU LPS yang mengatur tentang penjaminan bank," ucapnya.

Mirza menambahkan, saat ini premi polis asuransi masih flat 0,2 %. "Kalau premi diferensiasi jadi diberlakukan, akan ada perbedaan. Tapi yang jelas UU LPS mengatur perbedaan rate terendah ke tertinggi maksimal 0,5 %," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×