kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

LPS : Per Mei, pembelian surat berharga oleh 10 bank capai Rp 631,3 triliun


Selasa, 17 Juli 2018 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Seminar Internasional LPS


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebanyak 10 bank besar mencatat realisasi pembelian surat berharga sampai Mei 2018 sebesar Rp 631,3 triliun. Angka ini tumbuh 7,5% secara tahunan atau year on year (yoy).

Pertumbuhan surat berharga yang dibeli bank sampai Mei 2018 ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kredit 10 bank besar pada periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 11,3% yoy.

Jika dirinci, pembelian surat berharga terbesar adalah oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hingga Mei 2018 yaitu Rp 140,7 triliun atau naik 10,1% yoy. Kemudian disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 132,6 triliun turun 0,6% yoy. Dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 103,8 triliun.

Halim Alamsyah, Ketua Dewan Komisioner LPS memproyeksi pada semester II-2018 pembelian surat berharga kemungkinan akan terbatas.

"Kecuali jika memang bank tersebut memiliki kelebihan likuiditas yang besar," kata Halim kepada kontan.co.id, Selasa (17/7).

Menurut Halim, pada semester II-2018 akan ada ekspansi perbankan dengan tambahan likuiditas dan tambahan capital inflow maupun modal.

LPS mencatat pada semester I-2018 pertumbuhan kredit bank sudah mulai naik dengan permintaan terbesar di kredit konsumer.

Apalagi BI melonggarkan LTV sehingga akan berpengaruh positif ke kredit konsumer. Menurut LPS meskipun secara umum bank pada semester II akan melakukan ekspansi, beberapa bank BUKU menengah kecil akan lebih selektif menyalurkan kredit.

Hal ini karena keterbatasan likuditas yang dimiliki seiring dengan pertumbuhan DPK bank menengah kecil yang belum optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×