kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.707   63,87   1,13%
  • KOMPAS100 737   8,83   1,21%
  • LQ45 560   6,62   1,20%
  • ISSI 199   2,00   1,02%
  • IDX30 317   3,05   0,97%
  • IDXHIDIV20 391   1,68   0,43%
  • IDX80 84   0,91   1,10%
  • IDXV30 107   -0,06   -0,06%
  • IDXQ30 103   0,76   0,75%

Mandiri Inhealth cari deposito berbunga tinggi


Minggu, 27 Agustus 2017 / 18:04 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID -  Langkah bank sentral menurunkan suku bunga acuan belum lama ini diprediksi akan berdampak pada penurunan bunga deposito di perbankan. Perusahaan asuransi juga bakal ikut terpapar dengan kondisi ini.

Bagi PT Asuransi Jiwa Inheatlh Indonesia alias Mandiri Inhealth, kondisi ini akan semakin menantang. Pasalnya, selama ini mayoritas dana investasi yang dikelola disimpan di keranjang deposito.

Tapi, meski tren bunga deposito bisa turun lagi, Direktur Mandiri Inhealth Armendra menyebut, mau tak mau instrumen ini tetap akan jadi tempat menyimpan uang terbesar. Soalnya, karakter bisnis perusahaan punya eksposur liabilitas yang berdurasi pendek.

Namun, bukan berarti Mandiri Inhealth tak punya strategi. Armendra bilang, masih ada peluang bagi perusahaan untuk mencoba mengail potensi bunga deposito yang lumayan menarik di pasaran.

Meski mayoritas perbankan nasional berpotensi menurunkan bunga, namun tak menutup kemungkinan beberapa bank akan tetap mencari sumber dana untuk menjaga likuiditas dan menjaga pertumbungan kredit. "Dan ini mencerminkan tingkat risiko yang mau kami ambil," katanya akhir pekan lalu.

Untuk itu, Mandiri Inheatlh bisa mencari bank-bank yang masih menawarkan bunga deposito yang cukup besar. Misalnya di bank kelompok BUKU II dan BUKU III. "Tinggal diatur keseimbangannya," lanjut dia.

Potensi penurunan bunga deposito diakuinya memang bisa berpengaruh terhadap hasil investasi yang bisa didapat Mandiri Inhealth. Namun dengan strategi ini diharapkan hasil investasi yang masuk kantong perseroan masih bisa mencatatkan pertumbuhan di banding realisasi tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×