kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Mandiri kaji penerbitan sejumlah surat utang


Minggu, 21 Juni 2015 / 14:35 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) tengah mencari dana segar melalui rencana penerbitkan sejumlah surat utang guna memenuhi kebutuhan dana jangka panjang. Pahala N. Mansury, Direktur Treasury and Market Bank Mandiri, mengatakan, pihaknya, berencana akan menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), obligasi, dan Medium Term Notes (MTN).

“Bank Mandiri akan menerbitkan KIK EBA senilai Rp 1 triliun pada akhir tahun ini,” kata Pahala, menjelang akhir pekan. Setelah penerbitan KIK EKA, Mandiri juga sedang mengkaji untuk penerbitan obligasi, namun perusahaan baru akan mengkaji jumlah dan bentuk mata uang rupiah atau valuta asing (valas) pada kuartal IV/2015.

Pahala mengklaim, pencarian dana di luar dana ritel ini untuk menjaga keseimbangan sumber dana perusahaan. Karena bank membutuhkan sumber dana jangka panjang untuk membiayai kredit yang memiliki waktu bertahun-tahun. “Secara umum, Mandiri membutuhkan dana sebesar Rp 60 triliun per tahun,” tambahnya.

Bank berplat merah ini mengakui, komposisi dana pihak ketiga (DPK) masih cukup untuk memenuhi permintaan kredit. Adapun, Mandiri mencatat pertumbuhan DPK sebesar 17,20% menjadi Rp 563,778 triliun per April 2015, dibandingkan posisi DPK sebesar Rp 481,030 triliun per April 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×