kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mandiri: Proyek listrik butuh kredit Rp 225 T


Rabu, 25 Januari 2017 / 06:28 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Proyek pembangkit listrik 35.000 MW (mega watt) pemerintah masih membutuhkan pendanaan yang cukup besar dari perbankan. Hal ini selain untuk membangun pembangkit, juga untuk memastikan pembebasan tanah yang ada disekitar pembangkit.

Dikdik Yustandi, Vice President Korporasi Bank Mandiri mengatakan, proyek listrik 35.000 MW pemerintah kurang lebih membutuhkan dana sekitar Rp 225 triliun per tahun.

“Totalnya selama 5 tahun, proyek ini membutuhkan pendanaan total 1125 trliun,” ujar Dikdik kepada KONTAN, Selasa malam (25/1).

Oleh karena itu, menurut Dikdik pendanaan proyek kelistrikan ini membutuhkan bantuan dari bank besar nasional. Sebagai gambaran saja proyek 35.000 MW ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada 4 Mei 2015 lalu.

Targetnya proyek ini bisa selesai pada 2019 nanti. Nantinya proyek ini akan dibagi menjadi dua yaitu untui PLN dan untuk pembangkit swasta (Independen Power Producer).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×