Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi pada tahun ini. Meski memiliki rencana tersebut, Plt Direktur Utama MUF Dapot Parasian Sinaga mengatakan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu peluang yang ada.
"Kami ada rencana juga. Sambil masih melihat peluangnya. Namun, hal itu sudah masuk di agenda kami," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
Lebih lanjut, Dapot bilang, kemungkinan nilai obligasi yang akan diterbitkan sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Dia bilang kemungkinan besar penerbitan akan dilakukan maksimum pada kuartal II-2026.
Baca Juga: Gadai ValueMax Siapkan Sejumlah Strategi untuk Hadapi Persaingan Gadai di Indonesia
Dapot menyampaikan, ada sejumlah pertimbangan yang akan dipikirkan MUF dalam menerbitkan obligasi. Salah satunya adalah rate atau kupon. Sebab, kupon itu tergantung dengan pasar obligasi.
Dia bilang pihaknya juga akan mempertimbangkan situasi perekonomian. Jika kondisinya mendukung, MUF akan memutuskan untuk menerbitkan obligasi.
"Situasinya ekonominya mendukung untuk obligasi atau tidak. Kalau mendukung, ya, kami masuk," ucapnya.
Dapot menerangkan sebenarnya MUF sudah mempersiapkan rencana tersebut secara matang. Salah satu persiapan yang membuat MUF percaya diri dalam menerbitkan obligasi adalah pemberian rating dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
"Kami juga sudah rating sama Pefindo, dan kami dapat AAA. Itu salah satu persiapan untuk masuk ke obligasi," kata Dapot.
Jika rencana tersebut terealisasi tahun ini, artinya menjadi yang pertama kali bagi MUF menerbitkan obligasi.
Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan industri multifinance akan tetap menjadi salah satu penerbit surat utang atau obligasi paling aktif pada 2026.
Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan hal itu dipicu kebutuhan pendanaan di tengah prospek ekonomi yang kuat.
Baca Juga: Perusahaan Gadai Makin Menjamur di Indonesia, Ini Kata Budi Gadai
"Proyeksi itu juga didukung oleh mandat pemeringkatan yang telah diterima Pefindo per 31 Desember 2025, terdapat rencana penerbitan dari 3 perusahaan multifinance dengan total nilai Rp 4 triliun," katanya kepada Kontan.
Ahmad berpendapat sektor multifinance diprediksi akan terus memanfaatkan pasar modal untuk menjaga likuiditas guna mendukung penyaluran kredit masyarakat. Selain itu, dia bilang kebutuhan lainnya juga datang dari re-financing atau proses mengganti pinjaman lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













