Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan relaksasi pengajuan perizinan bagi perusahaan gadai yang belum mendapatkan izin untuk menjadi legal. Adapun batas waktu perizinan dapat dilakukan pada periode 1 Desember 2025 sampai 12 Januari 2026.
OJK menyatakan sebanyak 165 pelaku usaha telah mengajukan izin usaha pergadaian menjadi legal pada periode 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026. Dengan demikian, total perusahaan pergadaian berizin sebanyak 223 perusahaan hingga Januari 2026.
PT Gadai ValueMax Indonesia melihat secara positif perkembangan dari makin bertambahnya perusahaan gadai yang legal.
Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja mengatakan makin banyaknya pelaku usaha yang mengurus izin menjadi legal, industri pergadaian di Indonesia justru menjadi makin sehat dan transparan.
Baca Juga: Perusahaan Gadai Makin Menjamur di Indonesia, Ini Kata Budi Gadai
Dia juga menilai, langkah OJK tersebut juga menunjukkan komitmen regulator untuk menata industri agar seluruh perusahaan menjalani usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meskipun demikian, Brian tak memungkiri bahwa bertambahnya jumlah perusahaan pergadaian, membuat tingkat persaingan di industri akan menjadi lebih ketat.
"Di sisi lain, hal itu juga memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai layanan pergadaian yang legal, aman, dan diawasi regulator," katanya kepada Kontan, Minggu (8/3/2026).
Selain itu, Brian juga melihat bahwa potensi pasar pergadaian di Indonesia masih sangat besar. Dia bilang tingkat inklusi keuangan yang masih rendah meski tingkat literasi sudah tinggi, menunjukkan besarnya potensi pasar yang belum dijangkau oleh perusahaan pergadaian.
"Dengan demikian, industri masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Jadi, tetap ada peluang besar bagi perusahaan yang mampu memberikan layanan terbaik," ujar Brian.
Untuk menyikapi makin banyaknya perusahaan gadai legal yang bermunculan, Gadai ValueMax akan menerapkan sejumlah strategi guna menjaga kinerja pada tahun ini.
Dia bilang, beberapa strategi yang dilakukan adalah memperkuat layanan kepada nasabah dan meningkatkan kepercayaan, menjaga daya saing nilai pinjaman dan bunga, memperketat tata kelola dan kepatuhan perusahaan, serta efisiensi operasional dan perkembangan teknologi.
"Kami juga terus membuka cabang-cabang baru di lokasi strategis untuk mempermudah nasabah bertransaksi dengan dekat," tuturnya.
Baca Juga: Investasi Industri Asuransi Capai Rp 753,64 Triliun per Januari 2026
Brian juga mengatakan pihaknya akan terus menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, karena kepercayaan dan reputasi menjadi faktor yang sangat menentukan keberlanjutan usaha untuk jangka panjang di industri pergadaian.
Berdasarkan data pada 2025, Gadai ValueMax mencatatkan pembiayaan tumbuh sampai 250%. Adapun perusahaan tersebut menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 227% pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













