kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Maraknya Penerbitan Obligasi di Industri Multifinance


Selasa, 20 Juli 2010 / 07:50 WIB


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Tahun ini tampaknya merupakan tahun emas perusahaan pembiayaan (multifinance). Buktinya, sejumlah multifinance menerbitkan obligasi untuk mencari pendanaan. Alasannya beragam, mulai dari membuka gerai/cabang baru, dan menambah permodalan, yang intinya untuk ekspansi bisnis perseroan.

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance), “Rencananya, obligasi akan diterbitkan di paruh kedua tahun ini. Tetapi, perseroan masih menyiapkan langkah-langkahnya,” ungkap Direktur Keuangan WOM Finance Alex Hermanto kepada KONTAN, Senin (19/7).

Seperti diberitakan KONTAN sebelumnya, penerbitan surat utang WOM Finance diperkirakan berkisar Rp 500 miliar. Pendanaan itu ditujukan untuk tambahan modal perseroan seiring dengan rencana penambahan 38 kantor cabang baru di seluruh Indonesia, terutama di Sulawesi dan Kalimantan.

PT BCA Finance malah sudah lebih dulu melemparkan obligasi korporasinya, yakni di awal 2010. Obligasi bernilai Rp 500 miliar, ditambah obligasi subordinasi atau subdebt sebesar Rp 100 miliar. Imbal hasil obligasi ini berkisar 8,4%-11% fixed per tahun, bergantung seri dan jenisnya.

Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim menuturkan, perseroannya memang membutuhkan dana segar tahun ini. Selain untuk melunasi obligasi senilar Rp 125 miliar yang jatuh tempo Agustus nanti, anak usaha Bank BCA ini membutuhkan penambahan modal untuk ekspansi kredit.

“Target pembiayaan BCA Finance tahun ini sebesar Rp 13,5 triliun, naik 22,7% dibandingkan pembiayaan 2009 lalu Rp 11 triliun. Nah, sebagian besar kebutuhan dana, yakni Rp 10 triliun sudah diperoleh dari perusahaan induk, sisanya akan ditutup melalui penerbitan obligasi,” terang dia.

Saat ini, sekitar 70% pembiayaan BCA Finance mengalir untuk pembelian mobil baru dan 30% untuk mobil bekas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×