kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Maucash Targetkan Penyaluran Pinjaman Tumbuh 23% di 2024


Kamis, 29 Februari 2024 / 18:04 WIB
Maucash Targetkan Penyaluran Pinjaman Tumbuh 23% di 2024
ILUSTRASI. PT Astra Welab Digital Arta atau Maucash menargetkan penyaluran pinjaman akan tumbuh 23% di tahun 2024. /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/05/09/2019.


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Welab Digital Arta atau Maucash menargetkan penyaluran pinjaman akan tumbuh 23% di tahun 2024. 

Direktur Marketing Maucash, Indra Suryawan mencatat total penyaluran pinjaman Maucash sejak awal beridiri hingga saat ini sebesar Rp 6,3 triliun. Ia juga mencatat sepanjang tahun 2023 penyaluran pinjaman Maucash tumbuh 20%.

"Maka target kami di 2024 ini bisa tumbuh 23%," jelas Indra kepada Kontan, Kamis (29/2).

Guna mencapai target di tahun 2024 ini Indra mengungkapkan akan melakukan penetrasi yang lebih luas lagi ke segmen produktif. Sehingga menurutnya produk Maumodal dari Maucash dapat lebih berkembang lagi khususnya di industri yang saat ini belum atau sudah dijangkau tetapi cakupannya belum terlalu besar.

Baca Juga: Gagal Bayar Marak, Maucash Optimistis Borrower Masih Minat Fintech Lending

"Tahun ini penetrasi yang dilakukan harus lebih dalam dan lebih luas lagi supaya kita bisa makin strong di bidang tersebut," ujarnya.

Indra juga mengungkapkan maraknya gagal bayar di industri fintech peer to peer lending sejauh ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja penyaluran kredit di Maucash. Menurutnya Maucash selalu menyeleksi calon borrower dengan sangat teliti dan selektif sejak awal. 

"Sehingga hal ini kami jadikan sebagai langkah preventif untuk mencegah isu gagal bayar tersebut," ucap Indra.

Indra juga akan terus berupaya untuk selalu menjaga kepercayaan dari lender dengan melakukan sistem seleksi yang sangat ketat untuk menjaga pembayaran dengan baik. Upaya ini menurutnya ditempuh untuk meminimalisir gagal bayar dari borrower dan berakibat penurunan kepercayaan dari lender. 

"Kami memastikan bahwa customer-customer kami adalah borrower yang berkualitas dan hal ini yang selalu kami utamakan," jelas Indra. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×