kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Maybank Indonesia berdayakan ekonomi berkelanjutan


Kamis, 15 Maret 2018 / 09:11 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Maybank Indonesia Tbk berkomitmen untuk memberdayakan ekonomi secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan dengan membuat program untuk meningkatkan daya saing pengusaha UMKM.

Melalui program Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship (RISE), bank melakukan beberapa pelatihan ke pengusaha UMKM. Terakhir, Maybank pada (14/3) lalu mengadakan program ini di Solo.

Program peningkatan kompetensi UMKM ini unik karena ditujukan mayoritas untuk penyandang disabilitas. Di Solo, Maybank memusatkan kegiatan di di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo, Gg. Buntu, Penumping, Laweyan mulai 12 Maret 2018.

Pelatihan RISE di Solo diikuti sekitar 111 penyandang disabilitas. Beberapa usaha yang dijalankan beragam mulai dari berjualan koran, usaha katering, pedagang warung/toko, jasa perbaikan elektronik, perajin genting, penjahit dan pengepul barang bekas.

Pelaksanaan program RISE di Solo ini merupakan kelanjutan dari keseluruhan program untuk memberyakan total 2.200 penyandang disabilitas.

Untuk menyelenggarakan program RISE, Maybank Indonesia mengaku harus merogoh kocek sebesar US$ 1,4 juta atau Rp 19,2 miliar (kurs 1 US$ = Rp 13.698).

Shahril Azuar Jimin, CEO Maybank Foundation bilang pada tahun ini aja, Maybank Indonesia mengaku mengeluarkan dana sebesar US$ 600.000 atau Rp 8,2 miliar untuk menyelenggarakan program ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×