kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.514   -16,00   -0,09%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

MEA, Perbankan hadapi tingginya rasio pinjaman


Rabu, 30 Januari 2013 / 12:56 WIB
ILUSTRASI. An Evergrande sign is seen at the Evergrande Automotive R&D Institute Headquarters of China Evergrande Group in Shanghai, China September 24, 2021. REUTERS/Aly Song


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Perbankan Indonesia memiliki kesempatan sekaligus tantangan, menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bidang keuangan dan perbankan tahun 2020. Tantangan dan kesempatan itu, berpadu dengan kinerja perbankan Indonesia yang baik dan menarik bagi investor.

Direktur Strategi dan Keuangan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Pahala N Mansury, mengemukakan hal itu dalam diskusi yang diselenggarakan Infobank di Jakarta, Selasa (29/1/2013). "Secara umum, perbankan di Indonesia tumbuh baik karena segmen di Indonesia masih menjanjikan," katanya.

Kesempatan bagi perbankan Indonesia menghadapi MEA itu adalah penetrasi perbankan yang masih rendah, pertumbuhan masyarakat kelas menengah, perbankan tanpa kantor cabang, serta strategi bank mengikuti sumber dana dan perdagangan.

Adapun tantangan yang harus dihadapi perbankan adalah tingginya rasio pinjaman terhadap simpanan. Kemudian, kebutuhan infrastruktur dan logistik perbankan.

"Tumbuhnya masyarakat kelas menengah ini memberikan peluang bagi layanan bisnis konsumer. Pembiayaan untuk segmen ini diperlukan masyarakat kelas menengah," ujar Pahala.

Per November 2012, kredit perbankan sebesar Rp 2.647 triliun. Adapun dana pihak ketiga sebesar Rp 3.130 triliun. (Dewi Indriastuti/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×