kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45899,31   5,35   0.60%
  • EMAS935.000 -0,53%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Melalui Restock, Maucash targetkan pembiayaan Rp 500 miliar untuk UMKM


Minggu, 28 Februari 2021 / 12:59 WIB
Melalui Restock, Maucash targetkan pembiayaan Rp 500 miliar untuk UMKM
ILUSTRASI. Sejak November 2020, kerja sama Restock dan Maucash telah mencatatkan pembiayaan senilai Rp 4,3 miliar hingga 10 Februari 2021.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Welab Digital Arta (AWDA) melalui produknya Maucash bekerja sama dengan PT Cerita Teknologi Indonesia dengan produknya Restock untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang membutuhkan pembiayaan.

Presiden Direktur AWDA Rina Apriana mengatakan, sinergi tersebut bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM untuk memperoleh pembiayaan melalui skema jaminan aset maupun inventori. Pembiayaan ini dibutuhkan oleh pelaku usaha untuk memastikan jalannya bisnis mereka tetap tumbuh secara berkesinambungan.

“Nilai tambah Restock bagi kami karena Restock sudah membuktikan manajemen risiko yang baik serta pertumbuhan bisnis yang sehat. Kolaborasi ini menandakan AWDA membuka diri untuk bekerja sama dengan ekosistem di sektor produktif bersama dengan platform P2P lain, yaitu Restock demi memudahkan pelaku UMKM mendapatkan pembiayaan,” kata Rina dalam keterangan resmi, Jumat (26/2).

Baca Juga: Fintech milik Grup Astra ini sudah kucurkan pinjaman Rp 521,13 miliar sejak berdiri

Sejak November 2020, kerja sama Restock dan Maucash telah mencatatkan pembiayaan senilai Rp 4,3 miliar hingga 10 Februari 2021. Berkat kerja sama ini, Maucash dan Restock sudah berhasil membantu pelaku usaha tumbuh hingga ratusan persen di masa pandemi.  

Harapannya, penyaluran pinjaman produktif untuk membantu perkembangan UMKM di Indonesia semakin banyak dan mencapai target bersama sebesar Rp 500 miliar untuk jumlah total penyaluran pinjaman di tahun ini.

Restock, yang menawarkan model bisnis pembiayaan berbasis inventori, menargetkan penyaluran pinjaman tersebut kepada UMKM di sektor ritel, baik itu yang melakukan penjualan secara tradisional maupun secara digital.

Dengan prediksi tingkat pertumbuhan tahunan majemuk rata-rata pada industri e-commerce sekitar 13% per tahun, maka transaksi melalui kanal digital akan tumbuh hingga mencapai Rp 700 triliun di tahun 2025 dan akan semakin besar pula kebutuhan pembiayaannya.

“Kami berharap ke depannya akan terjalin lebih banyak lagi kolaborasi seperti yang saat ini kami lakukan dengan Maucash. Ini menjadi dapat menjadi salah satu solusi bagi usaha yang belum terhubung dengan ekosistem finansial, terutama bagi para pengusaha online yang sedang berkembang,” terang Direktur Utama Restock.ID Muhammad Farid Andika.

 

Selanjutnya: Imbal hasil lender di fintech lending ditentukan hal-hal ini

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×