kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,35   -1,41   -0.14%
  • EMAS977.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Melihat gaya para bankir menjalankan pekerjaan mereka di tengah pandemi Covid-19


Rabu, 07 Oktober 2020 / 05:55 WIB
Melihat gaya para bankir menjalankan pekerjaan mereka di tengah pandemi Covid-19
ILUSTRASI.


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi tak jadi halangan para bankir tanah air untuk beraktivitas. Kesibukan yang padat, apalagi buat mengurus masalah kredit macet akibat pandemi tetap dijalani dengan menjunjung protokol kesehatan.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiadmadja misalnya kerap mengganti masker jika pekerjaan menuntutnya untuk bertemu orang lain.

“Kalau seharian saja di kantor, sehari pakai satu masker. Namun kalau menerima tamu, atau mesti pergi menemui orang biasanya akan langsung diganti. Dan saat bertemu juga tetap menjaga jarak juga memakai face shield,” katanya kepada KONTAN, Selasa (6/10).

Tak cuma itu, ia mengaku juga selalu sedia pembersih tangan alias hand sanitizer agar ia tak perlu khawatir saat berkunjung ke tempat yang tak menyediakan pembersih tangan.

Baca Juga: Pilih-pilih bunga promo KPR, ada yang bunganya fixed 10 tahun lho

Protokol yang lebih ketat bahkan diterapkan oleh Orporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Aestika Oryza Gunarto. Selain mengandalkan masker N95 sebagai peling utama tiap harinya, ia mengaku BRI bahkan mewajibkannya untuk melakukan swab test seminggu sekali.

“Di BRI kini tiap minggu wajib swab test kepada direksi dan komisaris, karena angka terinfeksi makin tinggi, sebelumnya hanya rapid test. Posisi saya sebagai Corsec yang kerap berhubungan dengan direksi dan komisaris juga jadi diwajibkan swab test,” ungkapnya.

Selama pandemi, BRI disebut Aestika juga lebih mengoptimalkan pertemuan atau rapat secara daring. Pun jika terpaksa mesti melakukan tatap muka, ia bilang rapat mesti dihadiri maksimal 50% dari kapsitas rangan dan wajib menggunakan pelindung wajah. Agar hadirin dapat tetap menjaga jarak.

Sementara secara pribadi, ia juga rutin meminum vitamin maupun jamu jahe dan kunyit buatan ibunya. Aestika bilang agar daya tahan tubuhnya bisa tetap terjaga.

“Jika diikuti dengan baik, protokol kesehatan tak akan menganggu aktivitas. Saya pun misalnya menggunakan penyangga masker, agar saat pakai kacamata dan berbicara tidak mengembun,” lanjutnya.

 

Selanjutnya: Bank bakal gencar menambah ATM setor tarik, ini alasannya

 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

                                                                                                                                                                      

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×