Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi jiwa mencatatkan peningkatan signifikan terkait hasil investasi pada 2025. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, industri membukukan hasil investasi sebesar Rp 47,32 triliun pada 2025.
"Hasil investasi industri mengalami kenaikan 103,1%, jika dibandingkan pencapaian 2024," ucap Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo saat konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Albertus mengungkapkan hasil investasi yang naik signifikan itu juga menjadi salah satu penopang utama naiknya total pendapatan industri asuransi jiwa pada 2025.
Baca Juga: OJK Mencatat Baru Ada 13 dari 18 Jamkrida yang Bertransformasi Menjadi Perseroda
Dia mengatakan industri asuransi jiwa membukukan total pendapatan sebesar Rp 238,71 triliun pada 2025. Nilainya meningkat 9,3%, jika dibandingkan pencapaian pada 2024 yang sebesar Rp 218,49 triliun.
"Sebagian besar kenaikan total pendapatan tersebut didorong oleh hasil positif kinerja investasi industri asuransi jiwa," kata Albertus.
Sementara itu, AAJI mencatat total investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp 540,57 triliun pada 2025. Nilainya meningkat 9%, jika dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya
Adapun industri asuransi jiwa mengelola 88,5% asetnya ke dalam bentuk aset investasi. Hal itu menunjukkan peran penting iklim investasi Indonesia dalam menopang keberlanjutan dan pertumbuhan industri asuransi jiwa.
Baca Juga: Pasar Otomotif Positif, Adira Finance: Efek Transmisi ke Multifinance Butuh Waktu
Lebih lanjut, AAJI menyebut industri asuransi jiwa juga melakukan diversifikasi investasi yang tercermin dari penyebaran portofolio pada berbagai instrumen. Adapun instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi penempatan investasi industri asuransi jiwa pada 2025.
Penempatan investasi industri di instrumen SBN pada 2025 mencapai Rp 248,25 triliun. Nilainya meningkat 20,9%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. AAJI mencatat SBN berkontribusi sebesar 42% terhadap total investasi industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













