kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.996.000   8.000   0,27%
  • USD/IDR 16.977   -52,00   -0,31%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

OJK: Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan bagi Asuransi Kesehatan Tahun Ini


Kamis, 19 Maret 2026 / 05:10 WIB
OJK: Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan bagi Asuransi Kesehatan Tahun Ini
ILUSTRASI. OJK memperkirakan fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini. ?


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi medis yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, turut menekan kinerja asuransi kesehatan di industri asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini. 

"Ke depan, inflasi medis diperkirakan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi asuransi kesehatan," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (17/3/2026).

Selain itu, Ogi menyebut tingginya utilisasi layanan kesehatan, serta kebutuhan penguatan manajemen risiko dan pengendalian klaim juga menjadi tantangan bagi industri asuransi kesehatan. 

Baca Juga: Mandiri Inhealth Perkuat Layanan Kesehatan untuk Mudik Lebaran

Imbas dari tingginya inflasi medis dalam beberapa tahun terakhir, Ogi menerangkan terdapat perusahaan asuransi yang pada akhirnya melakukan penyesuaian strategi pemasaran produk kesehatan. 

Namun, Ogi menilai dengan adanya penguatan tata kelola melalui Peraturan OJK (POJK) 36/2025 tentang Ekosistem Asuransi Kesehatan, sektor asuransi kesehatan diharapkan dapat berkembang lebih sehat dan berkelanjutan. Selain itu, diharapkan juga tetap menjadi salah satu area penting dalam pengembangan produk asuransi.

Dari sisi perusahaan asuransi, PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) menilai tantangan inflasi medis berpotensi masih terjadi tahun ini dan perlu disikapi dengan optimal lewat sejumlah upaya.

Country Manager Zurich Indonesia dan Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Edhi Tjahja Negara menyebut memang inflasi medis menjadi tantangan dalam 5 tahun terakhir karena kenaikannya cukup tinggi, atau rata-rata pertumbuhannya dobel digit. Dia bilang berdasarkan data perusahaan, inflasi medis mencatatkan angka antara 12%-15%. 

"Oleh karena itu, perlu beberapa langkah yang harus dilakukan, seperti penanganan klaim yang lebih baik, memitigasi tidak overtreatment, bekerja sama dengan partner hospital agar tidak melakukan overutilization. Jadi, hal tersebut yang dilakukan kami," ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: BI Pastikan Perbankan Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Selain itu, Edhi bilang pihaknya juga akan menerapkan bantuan dari teknologi dalam mengurangi dampak inflasi medis yang cukup tinggi. Sebab, tak mungkin juga setiap tahun mesti menaikkan tarif premi dobel digit karena adanya inflasi medis.

Secara keseluruhan, Edhi memproyeksikan bisnis asuransi kesehatan masih memiliki potensi untuk bertumbuh tahun ini. Salah satunya mempertimbangkan masih terbukanya pasar dari asuransi kesehatan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×