kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 16.998   -10,00   -0,06%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Membuka peluang menjadi agen bank


Kamis, 02 April 2015 / 11:28 WIB
ILUSTRASI. Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi beberapa saham yang bisa ditraiding untuk Jumat (20/10).


Reporter: Nina Dwiantika, Syamsul Ashar | Editor: Yudho Winarto

RASLI (43 tahun) seorang warga kampung Mandala di pesisir pantai Jayapura, Papua, mungkin tak menyangka kalau kini istrinya Hamsinah (37 tahun) yang ibu rumah tangga bisa punya penghasilan sendiri. Nilainya lumayan, bisa mencapai Rp 3 juta sebulan. Penghasilan sang istri jelas mampu menopang penghasilan keluarga untuk menyekolahkan tiga anaknya.

Kehidupan keluarga Rasli berubah sejak tiga bulan silam. Sang istri resmi menjadi agen BRILink. Ini adalah layanan tanpa kantor alias branchless banking Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sebagai agen, Hamsinah dalam sebulan bisa melayani transaksi perbankan hingga Rp 250 juta. Dari jasa transaksi menjadi agen BRILink inilah Hamsinah mendapatkan fee baik dari nasabah maupun dari BRI. Fee rata-rata bisa lebih dari Rp 2.500 untuk tiap transaksi.

Ya, era branchless banking memang membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk menjadi agen. Yang penting si calon agen memiliki usaha tetap yang telah berjalan minimal dua tahun, paham fungsi telepon genggam sebagai media transaksi dan tentu saja memiliki kemampuan, kredibilitas bisa melamar menjadi agen branchless banking.

Contohnya Hamsinah yang memiliki toko kelontong dan kontrakan rumah sebagai sumber penghasilan utama saat mengajukan diri menjadi agen BRILink.

Muliaman Darmansyah Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, bekerja menjadi agen branchless banking seperti bekerja di bank. Para agen akan terkoneksi langsung oleh bank peserta program branchless banking.

“Semua bisa menjadi agen branchless asal memenuhi syarat. Jadi, apakah Anda ingin beralih profesi?” ujar Muliaman kepada sejumlah warga Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin lalu (30/3).

OJK memiliki aturan main untuk menjadi agen branchless. Sejumlah syarat yang disusun antara lain, sang calon agen perorangan merupakan penduduk setempat, memiliki kegiatan usaha di lokasi yang bersangkutan sebagai sumber penghasilan utama.

Selain itu, calon agen branchless juga harus memiliki kemampuan, kredibilitas, reputasi dan integritas. Hingga kini, sudah ada empat bank yang memperoleh izin menjalankan program branchless banking. Yakni, Bank Mandiri, BRI, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan Bank Central Asia (BCA).

Selain syarat dari OJK, bank yang membuka layanan tanpa kantor ini juga mengajukan syarat tambahan. Misal, BRI dan Bank Mandiri. Kedua bank pelat merah tersebut memberikan syarat tambahan yakni sang calon agen harus terlebih dahulu sudah menjadi nasabah di bank yang bersangkutan sekurang-kurangnya selama dua tahun.

Sedikit berbeda, calon agen perlu melakukan investasi senilai Rp 1,5 juta untuk menjadi agen branchless di BCA. Investasi itu untuk pembelian mesin mikro anjungan tunai mandiri (ATM) yang berfungsi untuk membaca setiap transaksi perbankan seperti pengiriman uang atau transfer dan tarik tunai.

Lantaran iming-iming fee itu pula yang membuat M. Roy warga Batang Kuis, Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatra Utara memilih menjadi agen branchless BTPN. Dia mengaku memperoleh keuntungan dari setiap transaksi perbankan yang dilakukan nasabah. “Saya akan menerima fee sebesar Rp 3.000 per transaksi,” ucapnya.

Anika Faisal, Direktur Kepatuhan BTPN mengatakan, fee memang menjadi daya tarik agen branchless. Bahkan, BTPN bisa memberikan fee maksimal ke agen branchless dengan nominal Rp 7.500 per transaksi.

Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam menyebut, dengan branchless banking ini, transaksi perbankan menjadi lebih murah, mudah, dan cepat.  Nah bagi agen bisa mendatangkan keuntungan berupa peningkatan omzet usaha, tambahan pendapatan dari fee transaksi. Dan saat omzet usaha terus bertambah, bisa mendapatkan tambahan modal kerja dari BRI.

Lewat tangan-tangan para agen inilah, layanan perbankan kelak bisa menjelajah hingga pelosok negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×