kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

UMKM Perempuan Belitung Belajar Literasi Finansial untuk Kembangkan Bisnis


Jumat, 03 April 2026 / 09:00 WIB
UMKM Perempuan Belitung Belajar Literasi Finansial untuk Kembangkan Bisnis
ILUSTRASI. Kontan - pokok kanan Ningsih memperlihat produk camilannya pelatihan dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). (Dok/Istimewa)


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM kini tidak hanya membantu perekonomian keluarga, tetapi turut menjadi ajang perempuan tampil sebagai pemimpin dalam mengelola usaha. Hal ini dapat dilihat dari angka yang menunjukkan sebanyak 60% pengusaha UMKM adalah perempuan.

Kepemimpinan itu yang menjadi modal Ibu Zulyanti dari Belitung guna membantu perekonomian keluarga. Usahanya berawal dari industri kecil-kecilan skala rumahan dengan bermodal bahan baku nanas. Dari tangan wanita yang biasa disapa Yanti itu, buah nanas diolah menjadi produk makanan ringan kemasan seperti ‘Opak Nanas’ ‘Dodol Nanas’, dan olahan nanas lainnya.

“Awalnya tahun 2022 itu, saya hanya ingin menambah pemasukan supaya bisa bantu kebutuhan rumah tangga. Tapi lama-lama, justru dari usaha ini yang paling rutin ada,” kata Yanti di sela-sela pelatihan dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kementerian UMKM. Pelatihan ini turut menggandeng ShopeePay dan SeaBank belum lama ini.

Yanti bilang, awal mula bisnisnya hanya sekadar bantu-bantu keluarga, mulai dikelola secara serius. Dari buah nanas dan modal terbatas, kini usaha kecilnya bisa dibilang sudah mampu menopang ekonomi keluarga.

Dari bisnis rumahan ini pula, beberapa ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya turut terbantu. Ibu Yanti mempekerjakan mereka demi menambal kebutuhan keluarga yang semakin meningkat.

“Yang pertama dirasakan itu saya dapat berbagi ke tetangga. Seperti beberapa ibu yang suaminya sudah tidak ada lagi. Mempekerjakan mereka dengan upah yang sesuai kesepakatan,” ujar Yanti.

Cerita yang hampir sama juga diutarakan Ningsih. Dari dapur kediamannya, Ibu Ningsih memproduksi camilan ringan setiap bulan. Awal mulanya, ia hanya iseng-iseng membuat camilan kacang bawang dan makanan ringan lain dengan resep ‘rahasia’ buatannya.

“Memang tidak langsung besar, tapi yang penting jalan terus. Setiap bulan pasti ada produksi dan ada pemasukan, jadi lebih tenang karena ada yang bisa dipegang,” kata Ningsih.

Pelan-pelan usahanya dijalankan; sembari mengurus rumah, mengawasi produksi, hingga melayani pelanggan dilakukan bersamaan. Lewat pelatihan dengan PLUT, pengetahuannya tentang cara berbisnis pun berubah.

Ia mulai sadar, transaksi setiap penjualan harus sejalan dengan catatan finansial yang teratur. Ningsih menegaskan, pemilik usaha harus mengedepankan bisnis yang berkelanjutan, khususnya menjaga keuangan agar tetap stabil. Pendapatan dan pengeluaran yang dikelola dengan baik menjadi pondasi penting bagi kestabilan bisnis dan ekonomi keluarga.

Dengan pelatihan bisnis dan finansial dari ShopeePay dan SeaBank, Ningsih merasakan banyak ilmu dan pengalaman selama pelatihan, terutama ilmu manajemen bisnis. Literasi mengenai rencana finansial pun tidak kalah penting guna mengatur keuangan lebih bijak dan bermanfaat untuk masa depan keluarga.

“Kita kan juga sudah beli alat produksi seperti mesin dan kulkas tuh belum lama ini. Ternyata penting juga dicatat. Supaya ke depan tidak kacau lagi keuangannya,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×