kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Mengulas strategi bank kecil dan menengah di tahun 2020


Minggu, 15 Desember 2019 / 18:11 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di Bank Jatim Thamrin City Jakarta, Jumat (20/7). Laporan keuangan Semester I tahun buku 2018, aset Bank Jatim tumbuh 15,63% atau sebesar Rp 59,54 triliun dan laba bersih tercatat Rp 758,28 miliar atau tumbuh 5,01% Year on Year


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Noverius Laoli

Sementara dari bank kecil seperti PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) menyatakan posisi NPL masih cukup tinggi.

Baca Juga: Perbankan siap gelontorkan dana jumbo untuk pengembangan digital di tahun depan

Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Siregar menyebut per November 2019 NPL peseroan ada di level 4,54% secara gross, dengan NPL net sebesar 1,84%. Walau terbilang tinggi, dengan beberapa upaya penyelesaian kredit bermasalah, Bank Sumut meyakini NPL pada akhir 2019 bakal bertengger di level 3,11%.

Di samping itu, pada tahun 2020 bank milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini juga memasang target NPL cukup optimis yakni sebesar 3,03%.

Strateginya menurut Syahdan, dengan mendorong pertumbuhan kredit dari sektor konsumer terutama untuk kredit multi guna (KMG). "Kami juga akan menumbuhkan kredit infrastruktur daderah dan kredit program pemerintah seperti FLPP dan KUR," terangnya.

Baca Juga: Kredit diramal masih seret, bank daerah memasang target konservatif di tahun depan

Di sisi lain, PT Bank Woori Saudara Tbk (BWS) memandang posisi NPL perseroan akan terus berkutat di level 1,7%.

Direktur Kepatuhan BWS I Made Mudiastra bilang, kredit perseroan saat ini disumbang mayoritas dari segmen korporasi dan UMKM dengan tingkat risiko yang masih terjaga.

"Umumnya UMKM memang lebih berisiko, tapi kami sudah memitigasi risiko yang ada," jelasnya. Adapu, per November 2019 posisi NPL BWS masih terjaga rendah di 1,74%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×