kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.944.000   4.000   0,21%
  • USD/IDR 16.370   -48,00   -0,29%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Mengurai Teka-Teki Bank Merger yang Masih Misteri Hingga Kini


Selasa, 14 Februari 2023 / 18:36 WIB
Mengurai Teka-Teki Bank Merger yang Masih Misteri Hingga Kini
ILUSTRASI. kantor Bank Nobu, Bank NationalNobu, Nobu National Bank di Lippo Kemang Village, Sabtu (25/07/2015). Mengurai Teka-Teki Bank Merger yang Masih Misteri Hingga Kini.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

Memang, Bank Nobu tengah melakukan rights issue dengan merilis 681,81 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 yang mewakili sebanyak-banyaknya 12,90% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II.

Adapun harga pelaksanaan dari aksi ini mencapai Rp 592 setiap saham. Sehingga Bank Nobu akan meraih dana rights issue sebanyak-banyaknya Rp 403,63 miliar dari aksi korporasi ini.

Saham Baru yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD II dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham.

Baca Juga: Aset Bank Syariah Indonesia (BRIS) di Regional Aceh Capai Rp 18,32 Triliun di 2022

Sebaliknya, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) bank milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo ini membantah bakal merger dengan Bank Nobu. Bank MNC menyebut telah memenuhi aturan modal inti di akhir tahun lalu.

"Modal inti bank per 31 Desember 2022 sudah memenuhi ketentuan sesuai peraturan OJK 12/POJK.03/2020," tulis Heru Sulistiadhi, Sekretaris Perusahaan Bank MNC dalam tanggapan atas pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/2).

Dalam keterbukaan informasi yang sama, Bank MNC mengatakan OJK tidak mengarahkan perseroan untuk merger. Namun, keputusan merger adalah kesepakatan para pihak dalam rangka meningkatkan kapasitas menjadi bank dengan modal inti Rp 6 triliun dengan kategori Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 2.

Kontan.co.id telah mencoba mengkonfirmasi terkait hal ini kepada Heru Sulistiadhi. Namun, belum mendapatkan jawaban hingga artikel ini diturunkan.

Baca Juga: Hilirisasi Indonesia Menghadapi Sejumlah Tantangan, Ini Saran Ekonom

Sementara itu, PT Bank SBI Indonesia menyatakan juga telah memenuhi modal inti minimum dan telah mendapat persetujuan yang diperlukan dari regulator untuk penyertaan modal oleh SBI.

Direktur Utama SBI Indonesia Akash Shambhu Damniwala menyatakan, ke depan pihaknya juga berencana untuk mengakuisisi saham di perusahaan multi finance untuk mengembangkan pertumbuhan bisnis di sektor lainnya.

“Bank SBI Indonesia berkomitmen untuk tetap berada di Indonesia dan berharap untuk mengakuisisi bank berukuran serupa dengan keuangan yang baik dan dengan pertumbuhan yang anorganik,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×