kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.543.000   4.000   0,26%
  • USD/IDR 15.834   -94,00   -0,60%
  • IDX 7.472   -20,01   -0,27%
  • KOMPAS100 1.157   -2,48   -0,21%
  • LQ45 917   -3,39   -0,37%
  • ISSI 226   0,21   0,09%
  • IDX30 472   -2,43   -0,51%
  • IDXHIDIV20 569   -3,32   -0,58%
  • IDX80 132   -0,19   -0,14%
  • IDXV30 140   -0,20   -0,14%
  • IDXQ30 157   -0,81   -0,51%

Menimbang Peta Persaingan Bank Digital di Indonesia dan Pemilik Aset Terbesar


Rabu, 11 Oktober 2023 / 18:44 WIB
Menimbang Peta Persaingan Bank Digital di Indonesia dan Pemilik Aset Terbesar
ILUSTRASI. Nasabah menggunakan aplikasi Bank Jago. Menimbang Peta Persaingan Bank Digital di Indonesia dan Pemilik Aset Terbesar.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peta persaingan bank digital semakin sengit, seiring dengan Grab yang secara resmi masuk dalam bisnis bank digital melalui PT SuperBank Indonesia, yang sebelumnya bernama PT Bank Fama International. 

Superbank juga baru saja kedatangan pemegang saham baru, yakni KakaoBank yang akan mengakuisisi 10% saham di Superbank melalui penerbitan saham baru. Keterlibatan Grab dan KakaoBank dalam perbankan digital menandai babak baru persaingan raksasa teknologi dalam sektor ini.

Ekosistem Superbank, yang didukung oleh para pemimpin industri seperti Grab, Singtel, Grup Emtek, dan kini KakaoBank, menempatkan Superbank secara unik untuk menawarkan layanan keuangan yang dirancang khusus untuk beragam segmen nasabah secara efektif, terutama untuk melayani kebutuhan keuangan masyarakat underbanked, terutama nasabah UMKM dan ritel. 

Baca Juga: Peta Persaingan Bisnis Bank Digital di Indonesia Kian Sengit

Kehadiran bank digital yang terbilang baru ini akan berlaga dengan pemain yang sudah terlebih dahulu menjalankan bisnis bank digital. Secara Aset Bank Jago (ARTO) dan Bank Neo Commerce (BBYB) kini juga mulai disaingi oleh Seabank. Seabank merupakan salah satu bank digital yang disokong grup teknologi papan atas di ASEAN yakni Sea Limited yang memiliki aset terbesar. 

Hingga Agustus 2023, Seabank memiliki aset Rp 30,31 triliun. Di posisi kedua ada ARTO dengan perolehan aset sebesar Rp 19,16 triliun, hanya terpaut kurang dari Rp 50 miliar dengan aset BBYB sebesar Rp 18,94 triliun.

Di posisi keempat ada Hibank dengan aset Rp 13,70 triliun, lalu BCA Digital sebesar Rp 12,75 triliun, Allo Bank sebesar Rp 11,67 triliun, dan AGRO senilai Rp 11,35 triliun. 

Sementara, dari sisi kredit, per Agustus 2023 dengan penyaluran kredit terbesar juga dipimpin oleh Seabank yang berhasil menyalurkan kredit Rp 15,46 triliun, dan BBYB sebesar Rp 10,80 triliun.

Baca Juga: Perkuat Modal, Bank Neo Commerce (BBYB) Akan Right Issue

Sementara di posisi ketiga ada ARTO yang berhasil menyalurkan kredit Rp 9,51 triliun,  lalu Allo Bank sebesar Rp 7,36 triliun, Hibank sebesar Rp 5,25 triliun, dan BCA Digital sebesar Rp 4,25 triliun.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan, Seabank akan terus mengejar target menjadi bank digital terbesar di segmennya. Saat ini perseroan mulai fokus menggarap segmen ritel dan UMKM di Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya konsisten dalam mengembangkan bisnis dan inovasi, salah satunya dengan menggarap implementasi Governance, Risk, & Compliance (GRC) secara konsisten.

Apalagi menurut Sasmaya SeaBank Indonesia, dengan induk yakni Sea Limited yang sudah terdaftar di New York Stock Exchange, maka implementasi GRC ini menjadi satu kewajiban.

Baca Juga: Genjot Penghimpunan DPK, Bank Digital Memperbesar Dana Murah

"Kami juga berharap tren positif dari kinerja kami saat ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun, dengan tetap menghadirkan inovasi layanan dan produk yang berlandaskan prinsip kehati-hatian dalam bisnis demi menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah,” ujar Sasmaya.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Advokasi Kebijakan Publik di Era Digital (Teori dan Praktek) Mengenal Pentingnya Sustainability Reporting

[X]
×