kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Menkeu: OJK adalah bentuk ideal pengawasan keuangan


Jumat, 20 Agustus 2010 / 11:17 WIB


Reporter: Roy Franedya

JAKARTA. Kementerian Keuangan meminta semua pihak untuk tidak perlu ragu bila nanti dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbentuk. Sebab, diyakini OJK akan mencegah miskomunikasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam melakukan pengawasan.

Menteri Keuangan Agus Marto mengatakan, pengawasan industri jasa keuangan yang berdiri di bawah satu atap merupakan solusi terbaik. Pasalnya, OJK adalah bentuk yang ideal dari pengawasan. "OJK dibentuk agar kejadian semasa krisis yang lalu tidak terjadi dan tidak akan terulang. Pengalaman tahun 1998 kemarin kita harus membayar mahal, dan terakhir Century-pun harus dibayar mahal. Untuk saat ini OJK merupakan pilihan terbaik," kata Agus, Jumat (20/8).

Agus bilang pihaknya sudah mempelajari secara lengkap mengenai OJK tersebut sehingga akan mencegah adanya miss communication lagi karena dalam tubuhnya ada BI di situ, ada Kementerian Keuangan di situ. "Jadi semua aspek telah dikaji dan itu kita harapkan menjadi yang terbaik,"tuturnya.

Agus menambahkan bila nantinya pembentukan OJK ini disetujui DPR Kementerian Keuangan akan melepaskan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) karena lembaga inilah yang tampaknya akan dijadikan cikal bakal OJK.

"Dibutuhkan masa transisi 3 tahun, dimana nantinya secara bertahap BI akan melakukan pengalihan pengawasannya kepada OJK," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×