kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Menkop UKM akan konsolidasikan petani komoditas unggulan di Papua melalui koperasi


Jumat, 28 Februari 2020 / 10:39 WIB
ILUSTRASI. Menko Kemaritiman dan Investasi bersama Menkop UKM dan Kepala BKPM di Sorong, Papua (27/2/2012).


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

Apabila para petani di komoditas unggul ini belum terkonsolidasi dan masih berpencar, maka pembangunan infrastruktur tentu akan sulit dilakukan.

Sebagai contoh, apabila nanti Menkop UKM bersama pemerintah daerah akan membuat bisnis, maka pembangunan lahan harus menjanjikan dan berada pada lahan seluas 100-1000 hektare (ha).

Baca Juga: Investasi UMKM di Papua nantinya bisa dalam bentuk investasi hijau

"Itu pelakunya petani-petani tetapi sudah berkelompok di dalam satu area, jangan terpencar. Kalau terpencar-pencar maka akan sulit, membangun infrastrukturnya mahal. Jalan, transportasi dan lain sebagainya, kira-kira itu konsepnya," kata Teten.

Namun demikian, Teten belum dapat memastikan kapan pemetaan konsolidasi ini akan dilakukan. Ia memaparkan, setelah pertemuan green investment di Papua Barat, pihaknya akan melakukan pertemuan lanjutan di Jakarta untuk menyusun rencana kerja, menentukan lokasi pembangunan, serta rincian lainnya.

"Nanti saya di Kemenkop akan mengembangkan model bisnisnya atau model usahanya, tetapi semua pelakunya memang harus rakyat, karena ini ekonomi rakyat," kata Teten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×