kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Merespons bunga acuan, BNI akan naikkan bunga kredit 0,5%


Minggu, 03 Juni 2018 / 16:21 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah perbankan


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan menaikkan suku bunga kredit sebesar 50 basis poin. Ini adalah respons kenaikan suku bunga acuan BI yang telah naik 50 bps dalam dua kali pengumuman rapat dewan gubenur (RDG) sebulan terakhir.

Bob Tyasika Ananta, Direktur Manajemen Risiko BNI bilang keputusan kenaikan bunga kredit ini akan dilakukan dalam rapat Alco (liability management committee) yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Untuk sektor atau segmen kredit mana yang akan naik lebih dulu, ini masih dihitung," kata Bob ketika ditemui, Rabu (30/5).

Sampai saat ini, BNI, menurut Bob, belum menaikkan suku bunga kredit. Terkait kenaikan bunga kredit menurut Bob ada beberapa hal yang mempengaruhi.

Faktor pertama adalah terkait perjanjian kredit. Dalam perjanjian kredit ini ditentukan jangka waktu atau tenor jatuh tempo kredit.

Kedua adalah faktor risiko. Kredit yang mempunyai risiko kredit yang tinggi biasanya mempunyai suku bunga yang lebih tinggi. Biasanya, jika Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan suku bunga acuan maka transmisinya ke suku bunga pasar memakan waktu satu sampai dua bulan.

Berdasarakan suku bunga dasar kredit (SBDK) BNI per Maret 2018, kredit korporasi dan ritel BNI masing-masing sudah satu digit yaitu 9,95%. Untuk bunga KPR dan non KPR masing-masing 10,5% dan 12,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×