kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Meski Kredit Lambat, Laba Bank Kian Mekar


Rabu, 14 Oktober 2009 / 06:34 WIB
Meski Kredit Lambat, Laba Bank Kian Mekar


Sumber: KONTAN | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penyaluran kredit oleh bank boleh lambat. Tapi Soal urusan mencetak laba, hingga akhir Agustus 2009 kinerja bank masih mencorong.

BI mencatat sepanjang Januari 2009 - pertengahan September pertumbuhan kredit cuma 4,75% atau nilai nominalnya Rp 61,4 triliun. Sementara sampai akhir Agustus 2009 industri perbankan sudah mencatat kenaikan laba hingga 16,5%. Jika Agustus 2008 sebesar Rp 35,78 periode yang sama tahun ini sudah melonjak jadi Rp 41,8 triliun.

Hanya, penyumbang laba terbesar kali ini adalah dari pendapatan non-operasional yaitu fee-based income yang mencatat kenaikan hingga 46,77%. Par akhir Agustus pendapatan non operasional bank sebesar Rp 69,7 triliun.

"Penghasilan Fee based income tidak terpengaruh sama sekali dari kegiatan penyaluran kredit, misalnya dari banyaknya fee transaksi nasabah," jelas Direktur OCBC NISP Rama P. Kusumaputra, Selasa (13/10).

Tapi karakteristik perbankan Indonesia, sejauh ini, sejatinya masih sangat mengandalkan pendapatan dari bunga penyaluran kredit. 90% penghasilan bank berasal dari bunga kredit.

Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengakui kondisi ini yang memaksa bankir merasa berat memangkas suku bunga kredit. Sebab, "Bank tak ingin pendapatannya tergerus," kata Sofyan.

Namun, desakan agar bank memangkas bunga kredit, mau tidak mau memaksa bank agar lebih kreatif mencari pendapatan non bunga. Apalagi di negara lain bunga bank sudah tidak menjadi andalan.

Wakil Direktur Utama Jahja Setiaatmadja berpendapat, kenaikan laba perbankan bisa jadi didorong oleh peningkatan kualitas kredit. Dana yang semula dialokasikan untuk biaya pencadangan non performing loan kini dicatatkan sebagai laba, karena kredit sudah lancar.

Meski membukukan kenaikan laba, sebetulnya industri perbankan di Indonesia belum efisien. Rasio biaya operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) masih tinggi. Sampai akhir Agustus 2008, BOPO perbankan masih 87,23%. Artinya hampir seluruh penghasilan bank terkuras untuk biaya operasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×