kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Meski pembiayaan terkoreksi tipis, laba Adira Finance tumbuh 16% di tahun 2019


Jumat, 21 Februari 2020 / 17:15 WIB
ILUSTRASI. Petugas Adira Finance melayani Konsumen di Adira Expo Tangerang Selatan.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mampu mencatatkan pertumbuhan laba dua digit pada tahun 2019. Padahal penyaluran pembiayaan terkoreksi tipis sepanjang 2019.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menyatakan tahun 2019 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perusahaan multifinance yang bergerak di pasar otomotif.Pasalnya, penjualan otomotif lesu sepanjang tahun 2019.

Baca Juga: Garap layanan digital, Adira Finance luncurkan aplikasi Adiraku

Penjualan sepeda motor domestik wholesales naik tipis sebesar 1,6% year on year (yoy) menjadi 6,48 juta unit dibandingkan dengan perolehan pada 2018. Sementara penjualan mobil domestic wholesales turun 11% yoy menjadi 1,03 juta unit 2018.

Ia bilang Adira Finance membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 37,9 triliun sepanjang 2019. Nilai itu turun tipis 1% yoy dari 2018 senilai Rp 38,2 triliun. Segmen sepeda motor meningkat 6% menjadi Rp 20,2 triliun, sedangkan segmen mobil turun 7% menjadi Rp 15,7 triliun.

“Kendati demikian laba bersih kami naik 16% menjadi Rp 2,1 triliun dibandingkan tahun 2018. Pendapatan bunga naik 10% menjadi Rp 12,0 triliun, sedangkan beban bunga naik 13% menjadi Rp Rp 4,8 triliun. Sehingga pendapatan bunga bersih naik 8% menjadi Rp 7,2 triliun,” ujar Made di Jakarta, Jumat (21/2).

Pendapatan operasional naik 11% menjadi Rp 8,3 triliun sementara biaya operasional naik 8% menjadi Rp 3,7 triliun. Berkat itu, ADMF mencatatkan kenaikan laba operasi bersih sebesar 14% menjadi Rp 4,6 triliun.

Baca Juga: Adira Finance (ADMF) kantongi pinjaman sindikasi US$ 300 Juta

Sedangkan biaya kredit sebesar Rp 1,7 triliun, yang menghasilkan laba bersih sebelum pajak menjadi Rp 2,9 triliun. Adapun ROA dan ROE Adira Finance masing-masing sebesar 6,3% dan 29,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×