Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA) mencatatkan kinerja positif pada Semester I-2026. Kinerja positif itu tercermin dari keberhasilan perusahaan yang bisa membalikkan keadaan dari rugi menjadi meraih laba.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Mizuho Leasing Indonesia mencatatkan rugi Rp 7,69 miliar pada Semester I-2025. Perusahaan tercatat berhasil membalikkan keadaan dengan meraih laba bersih sebesar Rp 2,42 miliar pada Semester I-2026.
Pencapaian positif itu tampaknya tak terlepas dari upaya Mizuho Leasing Indonesia yang mampu menekan jumlah beban. Sebab, jumlah pendapatan perusahaan tak mengalami pertumbuhan.
Baca Juga: Cuan Surat Berharga Perbankan Tumbuh Lebih Subur, Begini Strategi Atur Likuiditas
Tercatat, jumlah pendapatan perusahaan mencapai Rp 215,12 miliar pada Semester I-2026. Nilainya terkontraksi 3,83%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 223,70 miliar.
Kontributor utama pendapatan perusahaan pada Semester I-2026 disumbang pos pembiayaan konsumen sebesar Rp 148,64 miliar. Diikuti pos sewa pembiayaan yang sebesar Rp 35,13 miliar.
Jumlah beban Mizuho Leasing Indonesia tercatat Rp 210,75 miliar pada Semester I-2026. Nilainya menurun sebesar 8,25%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 229,71 miliar.
Adapun salah satu penyebab beban perusahaan menurun signifikan, karena berhasil menekan pos bunga dan keuangan sehingga menurun 16,70%, dari Rp 68,61 miliar pada Semester I-2025 menjadi Rp 57,15 miliar pada Semester II-2026.
Sementara itu, nilai aset dan liabilitas perusahaan kompak turun. Secara rinci, Mizuho Leasing Indonesia membukukan aset sebesar Rp 3,146 triliun pada Semester I-2026. Nilainya terkontraksi tipis 0,22%, jika dibandingkan pencapaian akhir tahun lalu yang sebesar Rp 3,153 triliun.
Senada, liabilitas Mizuho Leasing Indonesia tercatat terkontraksi tipis 0,41%, dari Rp 2,41 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 2,40 triliun pada Semester I-2026.
Namun, jumlah ekuitas perusahaan tercatat tumbuh 0,35%, dari Rp 744,01 miliar posisi akhir 2025 menjadi sebesar Rp 746,64 miliar pada Semester I-2026. Adapun rasio Non Performing Financing perusahaan berada di level 1,95% pada Semester I-2026.
Baca Juga: Tumbuh 1,88%, Piutang Pembiayaan Multifinance Rp 511,26 Triliun per Juni 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
