Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat bisnis emas melalui kerja sama dengan PT Mentari Bayt Coin (MBC), entitas bisnis di bawah naungan Muhammadiyah. Kolaborasi ini mencakup pengembangan produk emas serta integrasi layanan digital untuk memperluas akses investasi emas berbasis syariah.
Menurut Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho, kerja sama dengan MBC menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat ekosistem emas di Indonesia.
Selain memperluas layanan kepada masyarakat, ia bilang kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan bisnis baru bagi BSI.
Baca Juga: Bank Muamalat Catat Pembiayaan Konsumer Naik 54,63% Jadi Rp 5,3 Triliun
"Melalui kolaborasi ini, BSI tidak sekadar menyediakan layanan, tetapi berupaya menghadirkan nilai tambah dan trusted value bagi masyarakat luas, khususnya basis warga Muhammadiyah, sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis yang berkelanjutan," ujar Cahyo dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).
Dalam kerja sama tersebut, BSI dan MBC akan mengembangkan serta menerbitkan produk co-branding BSI Gold dengan identitas Muhammadiyah.
Kedua pihak juga membuka peluang integrasi sistem teknologi dan aplikasi digital untuk mendukung penerbitan, transaksi, hingga layanan purnajual produk tersebut.
Dari sisi pemasaran, BSI dan MBC akan memanfaatkan kanal digital maupun nondigital untuk menjangkau ekosistem warga Muhammadiyah. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperluas literasi masyarakat mengenai investasi emas.
Baca Juga: Ada Aturan Investasi di Luar Negeri Dalam Perubahan POJK 27/2023, Ini Kata ADPI
Emiten bank berkode saham BRIS ini melihat kerja sama dengan MBC dapat menjadi salah satu model pengembangan ekosistem emas yang menggabungkan layanan perbankan syariah, investasi emas, serta teknologi digital.
"Ini merupakan titik tolak dari kolaborasi yang lebih agresif ke depannya. BSI sangat optimistis sinergi bersama Mentari Bayt Coin akan terus tereskalasi, baik dari dimensi inovasi produk, digitalisasi layanan, penetrasi pemasaran, hingga bermuara pada penguatan ekosistem emas syariah nasional," pungkas Cahyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














