kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mobil Listrik Menyumbang 97% dari Total Portofolio Asuransi Kendaraan Listrik ACPI


Selasa, 07 November 2023 / 18:48 WIB
Mobil Listrik Menyumbang 97% dari Total Portofolio Asuransi Kendaraan Listrik ACPI
ILUSTRASI. PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (ACPI) mencatatkan peningkatan signifikan dari permintaan asuransi kendaraan listrik


Reporter: Nindita Nisditia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (ACPI) mencatatkan peningkatan signifikan dari permintaan asuransi kendaraan listrik sebesar 90% di kuartal III 2023 bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Wakil Presiden Direktur ACPI Nico Prawiro menyampaikan, asuransi mobil listrik memberikan kontribusi paling besar dari total portofolio asuransi kendaraan listrik, yakni mencapai 97%. Sedangkan sisanya, asuransi motor listrik hanya menyumbang 3%.

“Untuk komposisi asuransi mobil listrik masih jauh lebih besar bila dibandingkan dengan asuransi motor listrik. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan yang memang lebih condong ke asuransi mobil,” ujar Nico kepada Kontan.co.id, Selasa (07/11).

Baca Juga: Ini Alasan Asuransi Kendaraan Listrik Kebanyakan Masih Pakai Skema Konvensional

Nico menilai, prospek asuransi kendaraan listrik ke depannya akan sangat menjanjikan. Menurutnya, hal itu terlihat dari data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang mencatatkan pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor secara umum mencapai Rp 9,8 triliun pada semester I 2023, atau mengalami pertumbuhan 12,4% yoy.

Ia percaya, peningkatan premi dari lini bisnis ini akan sangat dipengaruhi dengan meningkatnya penjualan kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

Namun, Nico tidak menampik bahwa asuransi kendaraan listrik yang kebanyakan masih mengacu pada skema kendaraan konvensional merupakan sebuah tantangan. Padahal, risiko dari kendaraan listrik cukup berbeda dengan kendaraan konvensional.

Karenanya, Nico mengatakan, perusahaan asuransi masih perlu berhati-hati lagi dalam menentukan cara perlindungan, premi asuransi, serta pengelolaan risiko yang harus dipertimbangkan dengan lebih spesifik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×