kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Modalku Pertahankan TWP90 di Kisaran 1% hingga Juni 2025


Rabu, 16 Juli 2025 / 13:55 WIB
Modalku Pertahankan TWP90 di Kisaran 1% hingga Juni 2025
ILUSTRASI. Modalku mencatat TWP90 (tingkat wanprestasi di atas 90 hari) konsisten di kisaran 1% hingga semester I tahun ini.


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan pinjaman fintech lending sebesar 27,95% secara tahunan (YoY) per Mei 2025. Pertumbuhan kredit fintech lending ini menurun tipis dibandingkan April 2025 yang tumbuh 29,01% YoY. 

Di tengah perlambatan pertumbuhan pinjaman industri fintech, Modalku mencatat TWP90 (tingkat wanprestasi di atas 90 hari) konsisten di kisaran 1% hingga semester I tahun ini.

Country Head Modalku, Arthur Adisusanto menyebut kinerja penyaluran pinjaman selama semester I 2025 tetap konsisten. Meski tidak mengungkapkan nominal pertumbuhannya, Modalku menegaskan bahwa volume pinjaman bukanlah satu-satunya indikator kinerja.

"Kami terus memantau TWP90 secara berkala agar pertumbuhan tetap sehat dan tidak menimbulkan risiko yang tinggi," ujar Arthur kepada Kontan, Rabu (16/7).

Baca Juga: OJK: Fintech Lending Melesat di Indonesia Timur, Modalku Bidik Ekspansi ke Bali

Modalku juga menilai tren perlambatan pertumbuhan pinjaman fintech merupakan cerminan dari strategi industri yang mulai lebih selektif dan berorientasi pada kualitas, bukan sekadar ekspansi.

Manajemen menyebut pendekatan ini meliputi penguatan seleksi borrower, penerapan sistem credit assessment yang ketat, serta monitoring dan collection yang dilakukan secara aktif. Tujuannya agar risiko gagal bayar bisa ditekan sejak awal hingga akhir masa pinjaman.

“Kami terus berkomitmen dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan melalui penerapan prinsip kehati-hatian, seleksi borrower yang ketat, serta sistem pemantauan risiko yang berkelanjutan,” kata Arthur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×