Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pertumbuhan transaksi digital dan transaksi QRIS pada tahun 2025 membuat sejumlah perusahaan fintech optimis terhadap target mereka pada tahun ini.
Salah satu momentum yang diprediksi bisa mendorong kinerja transaksi digital adalah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) menyatakan momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri selalu memberi dampak positif pada perusahaan. Chief Executive Officer LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengatakan bahwa LinkAja memproyeksikan volume transaksi pada momentum ini naik sekitar 10% secara bulanan (MoM).
"Momentum Ramadan dan Idulfitri selalu memberikan dampak positif," ujarnya kepada Kontan, Rabu (18/2/26).
Baca Juga: BRI Perkuat Bisnis KPR, Targetkan Pertumbuhan 17%
Yogi mengatakan proyeksi ini didorong oleh peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk dan jasa yang bersifat esensial selama bulan Ramadan.
Beberapa transaksi yang dilakukan adalah pembelian pulsa dan paket data, kebutuhan mobilitas mudik melalui pembayaran tiket transportasi dan pengisian BBM di MyPertamina, hingga transaksi di merchant ritel melalui QRIS.
Berdasarkan data tahun lalu, transaksi donasi digital mendominasi ekosistem LinkAja dengan porsi mencapai 70% selama bulan Ramadan.
Melihat tren tersebut, tahun ini LinkAja bersama LinkAja Syariah menghadirkan program Buka Berkah Ramadan dengan menggandeng sejumlah mitra donasi, seperti BAZNAS, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, dan LAZISNU, guna memudahkan masyarakat beramal melalui satu aplikasi selama Ramadan.
Selain itu, optimisme yang sama juga disampaikan oleh PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). VP of PR Amartha Harumi Supit menyampaikan bahwa ia optimis pertumbuhan kinerja akan semakin menguat selama bulan Ramadan dan terus berlanjut setelahnya.
"Kami optimistis momentum ini akan semakin menguat selama bulan Ramadan dan berlanjut setelahnya," ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai Hari Raya Idulfitri menjadi momentum peningkatan konsumsi yang bisa mendorong penggunaan QRIS.
"Apalagi ketika momen Idul Fitri nanti ada peningkatan konsumsi yang saya rasa akan mendorong penggunaan QRIS," ujarnya kepada Kontan, Kamis (19/2/26).
Menurutnya, Idulfitri menjadi momen ketika masyarakat berkumpul dalam jumlah besar sehingga tindak kejahatan seperti pencopetan juga berpotensi meningkat.
Hal tersebut mendorong masyarakat lebih memilih menggunakan dompet digital atau QRIS untuk bertransaksi dibandingkan dengan uang cash sebagai langkah keamanan.
Begitu juga dari sisi transaksi perdagangan daring menurutnya akan ikut tumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Baca Juga: BRI Perkuat Bisnis KPR, Targetkan Pertumbuhan 17%
Selanjutnya: One Way Lebaran Dinilai Rugikan Bus AKAP, Organda Bilang Begini
Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Mojokerto Ramadan 2026 Satu Bulan Penuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)