kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.941   28,00   0,16%
  • IDX 6.041   3,74   0,06%
  • KOMPAS100 776   -0,64   -0,08%
  • LQ45 595   -0,62   -0,10%
  • ISSI 210   -0,21   -0,10%
  • IDX30 331   0,35   0,11%
  • IDXHIDIV20 423   0,28   0,07%
  • IDX80 89   -0,07   -0,08%
  • IDXV30 115   0,09   0,07%
  • IDXQ30 108   0,11   0,10%

Mulai ekspansif, Bank Jatim cetak laba Rp 1,38 triliun tahun lalu


Kamis, 30 Januari 2020 / 14:39 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di Bank Jatim ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/20/07/2018.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo

Benar saja, kalau dirinci memang pertumbuhan giro paling mendominasi struktur DPK Bank Jatim yakni mencapai Rp 23,83 triliun dan tumbuh 23,53% yoy. Kemudian diikuti oleh pertumbuhan tabungan sebesar 16,28% yoy menjadi Rp 22,22 triliun serta deposito yang terkerek 15,81% yoy mencapai Rp 12,5 triliun akhir tahun lalu.

Dus, berkat peningkatan giro dan tabungan tersebut, rasio CASA bank bersandi BJTM ini melesat naik menjadi 76,06% per 2019. "Dari komposisi tersebut terlihat kemampuan Bank Jatim dalam menghimpun dana masyarakat cukup baik," katanya.

Baca Juga: Dana nasabah hilang secara misterius, ini penjelasan BRI

Di sisi lain, lantaran DPK tumbuh jauh lebih deras dibandingkan kredit. Loan to deposit ratio (LDR) perseroan pun ikut melonggar dari 66,57% akhir 2018 lalu menjadi 63,34%.

Berkaca dari masih tersedianya likuiditas ini, Bank Jatim pun menegaskan di 2020 pihaknya akan lebih fokus mendorong pertumbuhan kredit. Minimal, menurut Ferdian kredit tahun ini bisa menembus 14% yoy. 

Sementara itu DPK diproyeksi akan tumbuh di kisaran 9%. DPK yang dipatok lebih rendah ini disebabkan oleh rencana penjagaan likuiditas Bank Jatim yang berfokus ke dana murah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×