kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Nasabah bank minta bunga simpanan dua digit


Senin, 16 Juni 2014 / 17:10 WIB
Nasabah bank minta bunga simpanan dua digit
ILUSTRASI. Cara membatalkan email yang sudah terkirim.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Likuiditas perbankan yang belakangan ini mengetat, menjadikan posisi tawar nasabah tajir semakin tinggi.  Pasalnya, sebagai pemilik dana, di saat likuditas seperti ini, mereka dapat menempatkan dananya dimana pun yang diinginkan  selama "harganya" cocok.

Seperti yang diungkapkan Tony Prasetiantono. Ekonom Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengatakan, di saat perbankan kesulitan mencari dana, menjadi peluang bagi nasabah yang memiliki dana besar untuk meminta bunga tinggi kepada bank.

"Ada nasabah mau menyimpan dana di bank, jika bunga simpanan mencapai 10%-12%," katanya, Senin (16/6). Tren tersebut menurut Tony sudah terjadi belakangan ini.

Namun sayangnya Tony tidak mengungkapkan sudah berapa besarkah tren perpindahan dana dari nasabah tajir ini di perbankan. Bagi perbankan yang tengah mengalami krisis likuditas, tentunya permintaan nasabah tersebut akan dipenuhi.

Hal itulah yang menutur Tony, bunga simpanan dikalangan perbankan mulai meninggi. Meski begitu kata dia, hal tersebut tidak diikuti oleh batasan bunga penjaminan simpanan oleh LPS. Dimana LPS rate saat ini masih di level 7,75%.

Tony bilang, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak dapat meningkatkan bunga penjaminan lebih tinggi lagi, karena LPS rate tidak dapat jauh dengan suku bunga acuan (BI rate).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×