kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

NPL Bank Papua tembus 17%, ini penyebabnya


Jumat, 05 Januari 2018 / 18:01 WIB
NPL Bank Papua tembus 17%, ini penyebabnya


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Papua membukukan rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) per kuartal III 2017 mencapai 17%. Rasio NPL Bank Papua ini naik dari periode yang sama tahun 2016 di level 12%.

Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK mengatakan, NPL Bank Papua disebabkan bank memberikan kredit dalam jumlah besar ke daerah di luar Papua.

"Bank Papua banyak memberikan kredit ke Jakarta, Tangerang, Makassar dan Bali. Ini yang menyebabkan NPL tinggi," kata Boedi kepada Kontan.co.id, Jumat (5/1).

Beberapa kredit Bank Papua ke luar daerah ini mayoritas untuk real estate dan hotel.

Oleh karena itu, OJK akan melakukan monitoring bank ini agar tidak terlalu banyak memberikan kredit ke luar Papua. Boedi mengklaim regulator sudah memberikan supervisi ke bank daerah dengan NPL tertinggi di Indonesia ini.

Jika Bank Papua ngotot memberikan banyak kredit untuk debitur luar daerah, OJK menyarankan Bank Papua ikut dalam sindikasi. Terkait dengan masalah NPL ini, OJK akan mengajak diskusi manajemen komisaris dan pemegang saham Bank Papua.

Sampai kuartal III 2017, Bank Papua mencatat rugi Rp 392 miliar atau berbanding terbalik dengan periode sama 2016 yang membukukan laba senilai Rp 248 miliar.

Kerugian ini disebabkan penyaluran kredit turun 5,47% yoy menjadi Rp 13 triliun. Selain itu biaya operasional membengkak 89% yoy menjadi Rp 1,6 triliun. Biaya operasional yang naik ini karena pencadangan kredit bermasalah yang naik 56% yoy menjadi Rp 1,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×