kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

NPL modal kerja UMKM sudah naik 20,53%


Senin, 17 Januari 2011 / 11:50 WIB


Reporter: Dyah Megasari

JAKARTA. Dari keseluruhan kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di perbankan, kredit modal kerja mengalami kenaikan yang paling tinggi. Statistik Perbankan Indonesia (SPI) Bank Indonesia (BI) per November 2010 mencatat, kredit macet sektor ini mencapai Rp 15,26 triliun, naik 11,22% dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 13,72 triliun.

Tapi jika dihitung dari akhir Desember 2009 sudah naik 20,53% dari yang semula Rp 12,66 triliun.

Rincian kredit macet tersebut pertama dari modal kerja properti yang naik dari Rp 1,29 triliun menjadi Rp 1,42 triliun. Kedua, modal kerja sektor agribisnis yang tidak berubah yaitu Rp 20 miliar dan terakhir berasal dari sektor lainnya yang naik dari Rp 12,41 triliun menjadi Rp 13,81 triliun.

Sedangkan dari sektor investasi UMKM, angka kredit macet hanya naik tipis dari Rp 2,94 triliun menjadi Rp 2,98 triliun per November 2009. Bahkan jika dihitung dari posisi Desember 2009, kredit macet sektor ini hanya naik 4,92% dari Rp 2,84 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×