kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

NPL modal kerja UMKM sudah naik 20,53%


Senin, 17 Januari 2011 / 11:50 WIB


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Dari keseluruhan kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di perbankan, kredit modal kerja mengalami kenaikan yang paling tinggi. Statistik Perbankan Indonesia (SPI) Bank Indonesia (BI) per November 2010 mencatat, kredit macet sektor ini mencapai Rp 15,26 triliun, naik 11,22% dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 13,72 triliun.

Tapi jika dihitung dari akhir Desember 2009 sudah naik 20,53% dari yang semula Rp 12,66 triliun.

Rincian kredit macet tersebut pertama dari modal kerja properti yang naik dari Rp 1,29 triliun menjadi Rp 1,42 triliun. Kedua, modal kerja sektor agribisnis yang tidak berubah yaitu Rp 20 miliar dan terakhir berasal dari sektor lainnya yang naik dari Rp 12,41 triliun menjadi Rp 13,81 triliun.

Sedangkan dari sektor investasi UMKM, angka kredit macet hanya naik tipis dari Rp 2,94 triliun menjadi Rp 2,98 triliun per November 2009. Bahkan jika dihitung dari posisi Desember 2009, kredit macet sektor ini hanya naik 4,92% dari Rp 2,84 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×