kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.823   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.322   41,40   0,50%
  • KOMPAS100 1.169   5,71   0,49%
  • LQ45 843   5,44   0,65%
  • ISSI 297   2,30   0,78%
  • IDX30 446   4,50   1,02%
  • IDXHIDIV20 535   5,84   1,10%
  • IDX80 130   0,54   0,41%
  • IDXV30 146   2,84   1,99%
  • IDXQ30 144   1,31   0,92%

Obligasi Jatuh Tempo Multifinance Rp 9,18 Triliun di 2026, Penerbitan Obligasi Ramai


Rabu, 25 Februari 2026 / 15:37 WIB
Obligasi Jatuh Tempo Multifinance Rp 9,18 Triliun di 2026, Penerbitan Obligasi Ramai
ILUSTRASI. Pefindo (Dok/Pefindo)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbitan obligasi di sektor multifinance diproyeksikan meningkat pada kuartal I-2026, seiring besarnya kebutuhan refinancing yang jatuh tempo pada periode tersebut.

Fixed Income Analyst PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin mengatakan, meski pada Januari 2026 realisasi penerbitan multifinance masih minim, aktivitas di sisa kuartal I berpotensi lebih ramai.

Pada Januari 2026, total penerbitan surat utang korporasi nasional tercatat mencapai sebesar Rp 6,35 triliun dan belum mencatatkan kontribusi material dari sektor multifinance.

Baca Juga: Bancassurance Industri Turun 4,2%, IFG Life Masih Andalkan Kanal Bancassurance

“Namun, kami melihat potensi akselerasi penerbitan pada sisa kuartal I cukup terbuka, seiring besarnya kebutuhan refinancing,” ujar Ahmad kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).

Berdasarkan data profil jatuh tempo, obligasi multifinance yang akan jatuh tempo pada kuartal I-2026 mencapai Rp 9,18 triliun. Sementara itu, total jatuh tempo sepanjang 2026 sebesar Rp 33,93 triliun.

Dari sisi pipeline, hingga akhir Januari 2026 terdapat tujuh perusahaan multifinance yang telah mengantongi mandat pemeringkatan dengan rencana penerbitan mencapai Rp 20,15 triliun. Khusus pada Februari 2026, nilai rencana penerbitan diperkirakan sekitar Rp 14,4 triliun.

“Jika realisasi sesuai rencana, maka penerbitan pada kuartal I berpotensi melampaui nilai jatuh tempo periode yang sama,” jelasnya.

Dengan demikian, sektor multifinance diperkirakan menjadi salah satu kontributor utama penerbitan obligasi korporasi pada awal tahun ini. Strategi penerbitan dinilai akan dilakukan secara bertahap dan oportunistik, menyesuaikan pergerakan yield pasar serta permintaan investor.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 penerbitan obligasi multifinance tercatat sebesar Rp 38,18 triliun. Adapun realisasi kuartal I-2026 masih akan sangat ditentukan oleh kondisi likuiditas domestik dan stabilitas pasar obligasi dalam beberapa bulan ke depan.

Selanjutnya: Tabel Harga Emas Antam 25 Februari 2026 - Cek Semua Ukuran Minus 1,49%

Menarik Dibaca: Jelang Lebaran, Ini Tips dari IKEA dalam Menata Rumah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×