kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

OJK akan perluas ladang investasi asuransi syariah


Minggu, 19 April 2015 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Petugas teller menghitung uang pecahan rupiah di kantor cabang Bank Banten Jakarta, Rabu (6/10). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/06/10/2021.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya memperlebar ladang investasi dari industri asuransi dan reasuransi syariah. Maklum industri syariah tak bisa memanfaatkan sejumlah istrumen yang selama ini sudah bisa dimasuki perusahaan konvensional.

Mochamad Muchlasin, Direktur IKNB Syariah OJK bilang pihaknya saat ini sedang mengusulkan perluasan industrumen investasi yang sedikit berbeda agar bisa dimasuki asuransi syariah. "Misalnya kerja sama dengan Lembaga Keuangan Mikro Syariah atau Bank Perkreditan Rakyat Syariah," kata dia.

Dengan upaya ini diharapkan investasi dari bisnis asuransi dan reasuransi syariah bisa makin variatif dan industri pun bisa bisa memiliki lebih banyak pilihan untuk mencari tempat investasi yang dapat memberikan hasil terbaik.

Sampai saat ini sendiri mayoritas penempatan dana investasi dari pelaku indsutri masih berada di instrumen deposito. Selain untuk menjaga liabilitas perusahaan, hal ini disebutnya juga disebabkan oleh karakteristik nasabah unit link dari asuransi jiwa syariah.

Menurut Muchlasin, mayoritas nasabah unit link dari asuransi syariah lebih memilih untuk menempatkan investasi di instrumen ini. "Kebanyakan asuransi syariah kan main di ritel, ternyata minat masyarakat ada di situ," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×