kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

OJK: Arah pertumbuhan kredit di level 8%


Selasa, 01 November 2016 / 10:14 WIB
OJK: Arah pertumbuhan kredit di level 8%


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Jelang akhir 2016, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi pertumbuhan kredit pada kisaran 7%-8%. Proyeksi tersebut sejalan dengan Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini di level 8% dari proyeksi rata-rata kredit tumbuh 7%-9% di tahun ini.

Nelson Tampubolon, Dewan Komisioner OJK Bidang Perbankan mengatakan, permintaan kredit mulai naik sedikit di bulan September 2016 dibandingkan Agustus 2016, sehingga secara year to date mulai mendekati 4%. “Masih ada waktu dua bulan mudah-mudahan permintaan kredit stabil dan bisa lebih tinggi dari 7%,” katanya, kemarin.

Berdasarkan data uang beredar yang diterbitkan oleh BI Senin 31 Oktober 2016, tercatat total kredit sebesar Rp 4.243,9 triliun per September 2016 atau tumbuh 6,42% dibandingkan posisi Rp 3.987,7 triliun per September 2015. Angka pertumbuhan itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sebesar 6,8% (yoy) di bulan Agustus 2016.

Hampir semua segmen kredit tercatat hanya tumbuh satu digit. Misalnya, kredit investasi tumbuh 9,32% menjadi Rp 1.067,0 triliun per September 2016 dibandingkan posisi Rp 976,4 triliun per September 2015.

Kemudian, kredit konsumsi tumbuh 7,96% menjadi Rp 1.206,2 triliun per September 2016 dibandingkan posisi Rp 1.117,4 triliun per September 2015. Sedangkan kredit modal kerja hanya tumbuh 4,06% menjadi Rp 1.970,7 triliun per September 2016 dibandingkan posisi Rp 1.893,8 triliun per September 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×