kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

OJK: Arah pertumbuhan kredit di level 8%


Selasa, 01 November 2016 / 10:14 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Jelang akhir 2016, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi pertumbuhan kredit pada kisaran 7%-8%. Proyeksi tersebut sejalan dengan Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini di level 8% dari proyeksi rata-rata kredit tumbuh 7%-9% di tahun ini.

Nelson Tampubolon, Dewan Komisioner OJK Bidang Perbankan mengatakan, permintaan kredit mulai naik sedikit di bulan September 2016 dibandingkan Agustus 2016, sehingga secara year to date mulai mendekati 4%. “Masih ada waktu dua bulan mudah-mudahan permintaan kredit stabil dan bisa lebih tinggi dari 7%,” katanya, kemarin.

Berdasarkan data uang beredar yang diterbitkan oleh BI Senin 31 Oktober 2016, tercatat total kredit sebesar Rp 4.243,9 triliun per September 2016 atau tumbuh 6,42% dibandingkan posisi Rp 3.987,7 triliun per September 2015. Angka pertumbuhan itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sebesar 6,8% (yoy) di bulan Agustus 2016.

Hampir semua segmen kredit tercatat hanya tumbuh satu digit. Misalnya, kredit investasi tumbuh 9,32% menjadi Rp 1.067,0 triliun per September 2016 dibandingkan posisi Rp 976,4 triliun per September 2015.

Kemudian, kredit konsumsi tumbuh 7,96% menjadi Rp 1.206,2 triliun per September 2016 dibandingkan posisi Rp 1.117,4 triliun per September 2015. Sedangkan kredit modal kerja hanya tumbuh 4,06% menjadi Rp 1.970,7 triliun per September 2016 dibandingkan posisi Rp 1.893,8 triliun per September 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×