kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

OJK Bertemu 100 Investor Global Bahas Reformasi Pasar Modal RI, Bagaimana Hasilnya?


Selasa, 04 Agustus 2026 / 18:51 WIB
OJK Bertemu 100 Investor Global Bahas Reformasi Pasar Modal RI, Bagaimana Hasilnya?
ILUSTRASI. OJK bertemu dengan lebih dari 100 investor global untuk memaparkan berbagai reformasi yang tengah dijalankan di pasar modal Indonesia.? (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah bertemu dengan lebih dari 100 investor global untuk memaparkan berbagai reformasi yang tengah dijalankan di pasar modal Indonesia.

Pertemuan tersebut menghasilkan respons positif, di mana para investor mengapresiasi langkah OJK dalam meningkatkan integritas pasar, sekaligus menyoroti pentingnya konsistensi implementasi kebijakan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, para investor internasional memberikan berbagai masukan konstruktif terkait penguatan pasar modal Indonesia. Menurutnya, secara umum mereka mendukung berbagai inisiatif reformasi yang telah dilakukan regulator.

"Kami baru bertemu dengan lebih dari 100 investor global. Kami mendengarkan berbagai masukan yang sangat baik dan secara umum mereka juga mengapresiasi seluruh inisiatif yang kita lakukan. Yang ditunggu adalah konsistensinya," ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).

Baca Juga: BNPL Perbankan Tumbuh 33,54% hingga Juni 2026

OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas Pasar Modal

Kiki menegaskan OJK berkomitmen menjaga konsistensi reformasi pasar modal, terutama melalui penguatan aspek penegakan hukum (enforcement) terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi di pasar.

Sejak awal tahun, regulator telah merealisasikan sejumlah kebijakan strategis untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal.

Beberapa di antaranya adalah peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan investor dengan kepemilikan di atas 1%, pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) di atas 10%, serta penyajian data investor yang lebih rinci melalui perluasan klasifikasi dari sembilan menjadi 39 kategori.

Selain itu, OJK juga memperkuat mekanisme High Shareholding Concentration (HSC) dengan menambahkan indikator price impact ratio. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meminimalkan potensi manipulasi harga maupun praktik perdagangan yang dilakukan secara terkoordinasi.

Baca Juga: KBank Indonesia Terima Persetujuan OJK, Resmi Tinggalkan Nama Bank Maspion

"Kami juga terus berkomitmen melakukan enforcement terkait kasus-kasus yang terjadi. Beberapa sudah diberikan sanksi, sementara beberapa lainnya akan segera diumumkan," imbuhnya.

Kepercayaan Investor Dinilai Terus Meningkat

OJK menilai berbagai reformasi tersebut mulai berdampak terhadap meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Salah satu indikatornya adalah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik lebih dari 5% dalam satu bulan terakhir.

Di sisi penghimpunan dana, pasar modal juga menunjukkan kinerja yang positif. Hingga saat ini, nilai fundraising telah melampaui Rp113,13 triliun meskipun kondisi ekonomi global masih dibayangi berbagai ketidakpastian.

Menurut Kiki, masih terdapat sejumlah penawaran umum perdana saham (initial public offering atau IPO) maupun aksi korporasi lainnya yang berada dalam tahap pipeline, sehingga berpotensi menambah aktivitas penghimpunan dana di pasar modal pada periode mendatang.

Baca Juga: Tech Winter Berlanjut, Modal Ventura Kini Lebih Selektif Danai Startup

Investor Pasar Modal Hampir Tembus 30 Juta SID

Perkembangan positif juga terlihat dari pertumbuhan jumlah investor domestik. Jika pada tahun lalu jumlah Single Investor Identification (SID) berada di kisaran 20 juta, kini angkanya telah mendekati 30 juta SID.

Selain pertumbuhan jumlah investor, aset kelolaan (asset under management atau AUM) juga terus mengalami peningkatan, mencerminkan semakin besarnya partisipasi masyarakat dalam instrumen investasi di pasar modal.

Kiki optimistis tren tersebut akan terus berlanjut seiring hadirnya berbagai produk investasi baru yang lebih beragam.

Ia menilai peluncuran produk seperti ETF emas dapat menjadi alternatif investasi yang menarik sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Dengan berbagai reformasi yang terus dijalankan dan penguatan pengawasan, OJK berharap pasar modal Indonesia semakin kredibel, transparan, dan kompetitif di mata investor domestik maupun global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×