kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Tech Winter Berlanjut, Modal Ventura Kini Lebih Selektif Danai Startup


Selasa, 04 Agustus 2026 / 17:22 WIB
Tech Winter Berlanjut, Modal Ventura Kini Lebih Selektif Danai Startup
ILUSTRASI. ilustrasi startup (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena tech winter masih membayangi industri modal ventura di Indonesia sepanjang 2026.

Kondisi ini membuat perusahaan modal ventura semakin selektif dalam menyalurkan investasi dan mengutamakan kualitas fundamental startup dibanding mengejar valuasi.

Venture Partner Init-6 Venture, Rexi Christopher, mengatakan tekanan di industri teknologi tidak secara langsung menghambat aktivitas pembiayaan. Namun, situasi tersebut memaksa pelaku industri memperketat proses seleksi terhadap calon perusahaan portofolio.

"Kami kini lebih selektif dan fokus pada fundamental bisnis, bukan sekadar valuasi," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (4/8/2026)

Baca Juga: Industri Modal Ventura Catatkan Laba Rp 53,05 Miliar per Februari 2026

Menurut Rexi, proses due diligence kini berlangsung lebih panjang karena investor harus lebih cermat menilai model bisnis dan prospek pertumbuhan startup sebelum mengucurkan dana.

Ia menilai, hingga kini tanda-tanda pemulihan industri modal ventura masih belum kuat. Hal itu terlihat dari pertumbuhan pembiayaan modal ventura nasional yang cenderung stagnan dalam beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, Rexi melihat mulai muncul sinyal positif dari bergesernya minat investor ke sektor-sektor yang memiliki fundamental lebih kokoh, seperti kecerdasan buatan (AI), konsumer, kesehatan, dan pendidikan.

Sektor-sektor tersebut diyakini berpotensi menjadi motor pemulihan industri secara bertahap.

Ke depan, Init-6 Venture tetap optimistis terhadap prospek industri modal ventura, meski tetap berhati-hati. Menurutnya, arah pertumbuhan industri akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas makroekonomi, baik di dalam maupun luar negeri.

Karena itu, perusahaan akan terus memburu startup yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, terutama di sektor AI, kesehatan, pendidikan, dan konsumer.

Baca Juga: OJK Catat Laba Bersih Modal Ventura Capai Rp 213,11 Miliar per Mei 2026

Meski demikian, Init-6 tidak membatasi investasi pada sektor tertentu, melainkan tetap membuka peluang bagi bisnis yang dinilai mampu bertumbuh di tengah dinamika ekonomi.

Sepanjang semester I-2026, Init-6 Venture juga terus mendukung pengembangan sejumlah perusahaan portofolionya, di antaranya One% Nutrition, Dibimbing.id, dan Qiscus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×