kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.799   -31,00   -0,18%
  • IDX 8.189   57,61   0,71%
  • KOMPAS100 1.156   9,88   0,86%
  • LQ45 834   4,43   0,53%
  • ISSI 291   2,88   1,00%
  • IDX30 432   1,30   0,30%
  • IDXHIDIV20 517   -1,40   -0,27%
  • IDX80 129   1,12   0,88%
  • IDXV30 141   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 140   -0,22   -0,16%

OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 6%-8%, Ini Kata CNAF


Minggu, 08 Februari 2026 / 10:10 WIB
OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 6%-8%, Ini Kata CNAF
ILUSTRASI. OJK memproyeksikan piutang multifinance tumbuh 6%-8% di 2026.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance bisa tumbuh sebesar 6%-8% secara Year on Year (YoY) pada 2026. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) berharap proyeksi pertumbuhan yang dicanangkan OJK tersebut dapat tercapai pada 2026.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman berpendapat angka tersebut bisa saja sangat realistis untuk tercapai pada tahun ini. 

"Terutama jika ada dukungan atau stimulus yang diberikan pemerintah terhadap industri otomotif," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (8/2/2026).

Meskipun demikian, Ristiawan menilai masih ada sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja multifinance pada 2026, seperti tantangan ekonomi yang masih terus membayangi, ditambah gejolak geopolitik yang eskalasinya makin meningkat.

Baca Juga: BCA Perkuat Pengembangan MyBCA Berbasis Riset

Lebih lanjut, Ristiawan menerangkan terdapat juga sejumlah peluang yang bisa dimanfaatkan multifinance untuk meraih proyeksi pertumbuhan yang dicanangkan OJK pada tahun ini. Dia bilang salah satunya adalah mengoptimalkan pembiayaan dana tunai untuk segmen nasabah produktif.

"Hal itu bisa menjadi peluang, seiring belum kembali menggeliatnya prediksi penjualan kendaraan bermotor di Indonesia, mengacu terhadap target konservatif yang ditetapkan oleh beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk 2026," tuturnya.

Ristiawan bilang, pembiayaan dana tunai juga memiliki tantangan yang akan meningkatkan tingkat risiko atau Non Performing Loan (NPL), jika fundamental ekonomi negara, yaitu daya beli masyarakat menegah ke bawah tidak bisa segera meningkat. 

Namun, CNAF sangat percaya bahwa pemerintahan sekarang dapat menjaga indikator-indikator ekonomi terus membaik. Dengan demikian, berbagai risiko yang akan timbul bisa termitigasi. 

Mengenai kinerja, Ristiawan mengungkapkan CNAF mencatakan total piutang pembiayaan sebesar Rp 10,3 triliun pada akhir 2025. Nilainya tumbuh 3%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,05 triliun. 

Baca Juga: OJK Beri 38 Sanksi Administratif ke PUJK Terkait Pelindungan Konsumen di Januari 2026

Dia menyebut piutang pembiayaan CNAF pada 2025 dapat dikatakan tumbuh moderat. Hal itu juga sejalan dengan kondisi market yang cukup menantang.

Sebagai informasi, data OJK mencatat, piutang pembiayaan industri multifinance hanya tumbuh tipis sebesar 0,61% YoY, dengan nilai mencapai Rp 506,5 triliun pada akhir 2025. 

Selanjutnya: Beda Awal Puasa 2026: Muhammadiyah, BRIN & Kemenag, Siapa Duluan?

Menarik Dibaca: 9 Khasiat Konsumsi Jus Timun untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×