Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan premi industri asuransi pada 2026 berada di kisaran 3% hingga 6% secara tahunan (year on year/YoY).
Proyeksi ini mencerminkan masih berlanjutnya proses konsolidasi di sektor perasuransian nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa pertumbuhan premi tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan aset industri yang diperkirakan mencapai 5% hingga 7% YoY pada periode yang sama.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa industri asuransi tengah berada dalam fase penyesuaian model bisnis, sekaligus memperkuat tata kelola setelah adanya reformasi regulasi di sektor keuangan.
Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha Pialang Reasuransi Halim Javakarta Reinsurance Brokers
“Pertumbuhan premi yang masih moderat mencerminkan proses konsolidasi industri melalui penyesuaian model bisnis serta penguatan tata kelola,” ujarnya.
Dalam upaya mendorong pertumbuhan industri, OJK mengimbau pelaku usaha asuransi untuk meningkatkan inovasi produk, mengoptimalkan kanal distribusi baik digital maupun keagenan, serta memperkuat literasi asuransi di masyarakat guna memperluas penetrasi pasar.
Data OJK menunjukkan bahwa pendapatan premi asuransi komersial sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 331,72 triliun, atau mengalami kontraksi sebesar 1,46% YoY. Angka tersebut merupakan gabungan dari premi asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi.
Secara rinci, premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 180,98 triliun atau turun 3,81% YoY. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi masih mampu tumbuh sebesar 1,51% YoY dengan nilai mencapai Rp 150,74 triliun.
Baca Juga: Mandiri Utama Finance (MUF) Salurkan Pembiayaan Rp 5,93 Triliun hingga Maret 2026
Di sisi lain, total aset industri asuransi komersial menunjukkan kinerja yang lebih solid. Sepanjang 2025, total aset tercatat mencapai Rp 981,05 triliun atau tumbuh 7,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan kondisi tersebut, prospek industri asuransi pada 2026 diperkirakan masih akan menghadapi tantangan, namun tetap memiliki peluang pertumbuhan seiring transformasi bisnis dan penguatan fundamental sektor keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













