kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

OJK Proyeksikan Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh hingga 4% pada Akhir 2026


Selasa, 06 Oktober 2026 / 22:00 WIB
OJK Proyeksikan Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh hingga 4% pada Akhir 2026
ILUSTRASI. Finalisasi Dua Roadmap di Bidang PVML, OJK Berharap Bisa Diluncurkan Tahun Ini (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan piutang pembiayaan industri perusahaan pembiayaan atau multifinance dapat tumbuh di kisaran 2% hingga 4% secara Year on Year (YoY) pada akhir 2026. Jika dilihat, angka proyeksi itu mengalami penurunan dibandingkan proyeksi yang disampaikan OJK pada awal tahun ini.

Asal tahu saja, OJK sempat memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance bisa tumbuh sebesar 6%-8% secara YoY pada 2026.

"Kinerja industri perusahaan pembiayaan hingga akhir 2026 diproyeksikan tetap tumbuh positif, yaitu berada pada kisaran 2% sampai 4%," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (5/10).

Baca Juga: CIMB Niaga Proyeksikan NIM di Bawah 4% hingga Akhir 2026

Agusman menyampaikan penyesuaian proyeksi tersebut tak terlepas seiring adanya peningkatan tekanan pada perekonomian global yang juga berdampak pada melambatnya pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor dan tren pembiayaan investasi.

Berdasarkan kinerja industri terakhir, OJK mencatat, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026, atau tumbuh 1,68% secara tahunan atau YoY. Agusman menerangkan kinerjanya didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 5,4% YoY.

Jika ditelaah, pertumbuhan piutang pembiayaan Agustus 2026 terbilang melambat, jika dibandingkan posisi Juli 2026 yang tumbuh 2,01% YoY dengan nilai Rp 513,05 triliun. 

Sementara itu, OJK mencatat, profil risiko pembiayaan tetap terjaga, yang mana Non Performing Financing (NPF) net multifinance tercatat sebesar 0,83% per Agustus 2026. Adapun angka tersebut meningkat dari pencapaian bulan sebelumnya yang sebesar 0,81%.

Agusman menambahkan, NPF gross perusahaan pembiayaan per Agustus 2026 sebesar 3,04%. Angkanya terbilang memburuk atau meningkat tipis, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,03%. 

Baca Juga: BRI Siapkan Dana Rp 2,35 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Desember 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×