Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) atau Maximus Insurance menilai masih terbuka peluang lini asuransi kendaraan bermotor untuk tumbuh hingga akhir 2026.
Direktur Maximus Insurance Lianny mengatakan hal itu sejalan dengan kebutuhan pembiayaan, kepemilikan, dan perlindungan kendaraan. Meski demikian, dia memandang bahwa pertumbuhan harus dilakukan secara selektif.
"Fokus kami bukan sekadar mengejar pertumbuhan premi, melainkan memastikan setiap pertumbuhan memberikan kontribusi underwriting yang sehat dan berkelanjutan," ujarnya kepada Kontan, Rabu (5/8/2026).
Selain itu, Maximus Insurance juga melihat perkembangan kendaraan listrik sebagai peluang baru. Namun, dia tak memungkiri diperlukan data pengalaman klaim yang makin memadai untuk memanfaatkan peluang tersebut.
"Sebab, karakteristik risikonya berbeda, antara lain terkait baterai, sistem elektronik, ketersediaan suku cadang, kompetensi bengkel, serta biaya perbaikan," ucapnya.
Baca Juga: Satgas PASTI Optimalkan Upaya Penindakan Seiring Ancaman Penipuan yang Meningkat
Lianny menyambut baik pendalaman kajian yang dilakukan OJK mengenai penyesuaian tarif asuransi kendaraan listrik. Hal itu diperlukan agar ketentuan tarif ke depan makin sesuai dengan perkembangan risiko.
Berdasarkan data per Juni 2026, Lianny menyampaikan kinerja premi pada lini asuransi kendaraan bermotor Maximus Insurance memang mengalami penyesuaian dibandingkan periode sebelumnya. Hal itu sejalan dengan kondisi pasar yang masih cukup kompetitif serta penerapan underwriting yang lebih selektif untuk menjaga kualitas portofolio.
"Adapun rasio klaim masih mengalami fluktuasi, sejalan dengan frekuensi klaim dan perkembangan biaya perbaikan kendaraan," katanya.
Meski demikian, Lianny melihatnya sebagai bagian dari dinamika bisnis asuransi kendaraan bermotor. Dia bilang fokus perusahaan bukan hanya mengejar pertumbuhan premi, tetapi juga memastikan setiap bisnis yang diperoleh memberikan kualitas risiko yang baik.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Maximus Insurance mencatatkan total premi sebesar Rp 437,88 miliar per Juni 2026. Adapun klaim yang dibayarkan mencapai Rp 78,98 miliar.
Sebagai informasi, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi asuransi kendaraan mencapai Rp 5,40 triliun per Maret 2026, sedangkan klaimnya tercatat sebesar Rp 1,83 triliun. Adapun rasio klaimnya mencapai 34%.
Baca Juga: OJK Finalisasi Rancangan POJK New RBC Asuransi, Ditargetkan Terbit pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
