kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.897   15,00   0,08%
  • IDX 6.307   -67,23   -1,05%
  • KOMPAS100 824   -11,63   -1,39%
  • LQ45 626   -7,55   -1,19%
  • ISSI 218   -2,13   -0,97%
  • IDX30 350   -4,22   -1,19%
  • IDXHIDIV20 426   -3,51   -0,82%
  • IDX80 94   -1,28   -1,34%
  • IDXV30 118   -0,88   -0,75%
  • IDXQ30 111   -1,14   -1,02%

OJK Siapkan Skema Program Penjaminan Polis, Lindungi Pemegang Polis dari Gagal Bayar


Kamis, 26 Maret 2026 / 19:08 WIB
OJK Siapkan Skema Program Penjaminan Polis, Lindungi Pemegang Polis dari Gagal Bayar
ILUSTRASI. Realisasi Penjaminan KUR Jamkrindo Melonjak (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mematangkan rencana implementasi Program Penjaminan Polis (PPP) yang ditujukan untuk melindungi pemegang polis jika perusahaan asuransi mengalami gagal bayar atau pencabutan izin usaha.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menjelaskan bahwa mekanisme penjaminan dalam PPP akan difokuskan pada kewajiban langsung perusahaan asuransi kepada pemegang polis atau tertanggung sebagai konsumen sektor jasa keuangan.

“Program ini dirancang untuk memberikan perlindungan kepada pemegang polis apabila perusahaan asuransi tidak dapat memenuhi kewajibannya,” tulis Ogi dalam jawaban tertulis PPDP RDK OJK, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Biaya Overhead Bank di Awal Tahun Menurun karena Dorongan Digitalisasi

Ia menambahkan, saat ini OJK masih terus berkoordinasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam rangka mempersiapkan implementasi program tersebut.

Adapun terkait cakupan produk, Ogi mengindikasikan bahwa tidak semua unsur dalam industri perasuransian akan masuk dalam skema penjaminan. Fokus utama PPP adalah pada produk yang memiliki keterkaitan langsung dengan kewajiban perusahaan kepada pemegang polis.

Dengan demikian, skema seperti reasuransi diperkirakan tidak akan termasuk dalam cakupan PPP. Hal ini lantaran reasuransi merupakan mekanisme pengelolaan risiko antar perusahaan asuransi, bukan hubungan langsung antara perusahaan asuransi dengan pemegang polis sebagai konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×