kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,14   -0,66   -0.07%
  • EMAS987.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Pandemi Covid-19 gerus bisnis kartu kredit perbankan


Selasa, 06 Juli 2021 / 20:37 WIB
Pandemi Covid-19 gerus bisnis kartu kredit perbankan
ILUSTRASI. Pandemi Covid-19 gerus bisnis kartu kredit perbankan


Reporter: Amanda Christabel | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, untuk menekan laju penyebaran Covid-19 rupanya menggerus bisnis kartu kredit perbankan. Hingga tengah tahun ini, bisnis kartu kredit perbankan nampak masih terkontraksi.

PT Bank OCBC NISP misalnya, mencatatkan volume kartu kredit hingga Mei 2021 masih -2% secara year on year (yoy), dan Bank CIMB Niaga melihat di industri nampaknya juga belum kembali normal.

“Mayoritas karena dampak covid-19 terhadap travel related transaction yang masih jauh dari normal, walaupun transaksi e-commerce meningkat tinggi. Akan tetapi, ticket size relatif lebih kecil dibandingkan dengan travel related,” ujar Direktur Konsumer CIMB Niaga, Lani Darmawan kepada KONTAN pada Selasa (6/7).

Lani menjelaskan, transaksi groceries masih bagus terutama di online. Selain itu dari sektor furnitur juga masih mencetak angka yang bagus, karena masyarakat yang mungkin masih banyak yang bekerja dari rumah dan memerlukan peralatan rumah.

Baca Juga: PPKM darurat diterapkan, bisnis kartu kredit BNI merosot

“Sampai akhir tahun 2021, mungkin jika bisa flat cukup baik. Namun, seperti kita ketahui ada PPKM darurat dalam dua minggu ke depan. Ini yang juga berpengaruh terhadap transaksi kartu kredit,” pungkas Lani.

Sementara itu PT Bank Negara Indonesia, atau BNI, mencatatkan volume transaksi kartu kredit BNI pada Mei 2021 sudah mengalami pertumbuhan sekitar 14% jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu.

“Pada saat ini, sektor transaksi online (e-commerce) menjadi sektor dominan volume transaksi kartu kredit. Meskipun secara umum, seluruh sektor sangat terdampak akibat PPKM ini,” ujar General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI, Grace Situmeang kepada KONTAN, Selasa (6/7).

Grace menjelaskan, pemberlakuan PPKM ini berpengaruh pada turunnya volume transaksi, dimana awal Juli ini turun lebih dari 20% dibandingkan dengan volume transaksi pada awal Juni 2021.

Baca Juga: Kinerja reksadana saham paling tertekan sepanjang semester pertama 2021

“Penurunan volume ini mulai dirasakan sejak akhir Juni 2021, dan diprediksi akan tetap berlangsung sampai dengan akhir Juli 2021,” tambah Grace.

Bank berkode emiten BBNI ini memiliki target agar volume kartu kredit BNI hingga akhir 2021 dapat tetap mengalami pertumbuhan positif, yakni berada di atas 2% terhadap tahun 2020. Maka dari itu, Grace menyatakan BNI memberikan upaya untuk mencapai target ini.

“BNI Kartu kredit terus berupaya untuk memberi kemudahan transaksi kartu kredit dengan fokus kepada transaksi e-commerce, healthcare, dining dengan sistem delivery dan take away, dan basic need yang related dengan kondisi PPKM darurat saat ini. Selain itu BNI tetap memberikan solusi dan kemudahan bagi nasabah melalui program cicilan bunga ringan, dana tunai, kemudahan pengajuan pembukaan kartu kredit secara digital, serta kemudahan layanan melalui aplikasi BNI credit card mobile,” tutup Grace.

Selanjutnya: OJK sebut sektor jasa keuangan tetap beroperasi normal saat PPKM Darurat

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×