kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pasar SBN Dihadapkan Tekanan Penurunan Outlook Moody's, Ini Kata ADPI


Kamis, 12 Februari 2026 / 18:03 WIB
Pasar SBN Dihadapkan Tekanan Penurunan Outlook Moody's, Ini Kata ADPI
ILUSTRASI. Dana pensiun (CFOTO/Sipa USA via Reuters )


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar Surat Berharga Negara (SBN) dihadapkan tekanan penurunan outlook oleh Moody's dan tekanan jual asing yang menyebabkan kenaikan yield. Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai adanya kondisi tersebut bisa memberikan dampak terhadap investasi dana pensiun.

Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi mengatakan saat ini memang banyak dana pensiun lebih memilih investasi di SBN dibandingkan instrumen lain. Hal itu karena SBN dinilai lebih aman, sehingga dengan adanya kenaikan yield, sebetulnya bisa menambah portofolio di SBN. 

"Dengan catatan, apabila likuiditas penyelenggara masih ada dan kesesuaian dengan kebutuhan likuiditasnya masih memadai," katanya kepada Kontan, Kamis (12/2).

Baca Juga: Indomobil Finance (IMFI) Tawarkan Obligasi Rp 2,5 Triliun, Cek Jadwalnya

Mengenai proyeksi tahun ini, ADPI menilai kemungkinan alokasi investasi di instrumen SBN masih bisa naik. Mengingat, fungsi SBN bagi keberlanjutan dana pensiun.

Terkait strategi investasi yang perlu dilakukan, Bambang menyampaikan dana pensiun perlu menerapkan penempatan di SBN dengan harga rendah. "Selain itu, dapat exit saat gains dan butuh likuiditas," ucap Bambang.

Jika menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi dana pensiun di instrumen SBN mencapai Rp 150,85 triliun per akhir 2025. Nilainya tercatat meningkat 11,16%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 135,71 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×