kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Pasar SBN Dihadapkan Tekanan Penurunan Outlook oleh Moody's, Ini Kata Dapen BCA


Kamis, 12 Februari 2026 / 16:54 WIB
Pasar SBN Dihadapkan Tekanan Penurunan Outlook oleh Moody's, Ini Kata Dapen BCA
ILUSTRASI. Direktur Utama Dapen BCA Budi Sutrisno (Dok/Pribadi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar Surat Berharga Negara (SBN) dihadapkan tekanan penurunan outlook oleh Moody's dan tekanan jual asing yang menyebabkan kenaikan yield. 

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan tekanan pada pasar SBN akibat penurunan outlook Moody's dan arus jual asing memang mendorong kenaikan yield yang secara mark-to-market dapat menekan valuasi portofolio obligasi dalam jangka pendek. 

"Mengingat SBN merupakan porsi dominan dalam portofolio dana pensiun, pergerakan yield tentu berpengaruh terhadap kinerja nilai wajar investasi," katanya kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: Menilik Strategi Bank Swasta di Tengah Persaingan Bunga Deposito Valas yang Memanas

Meskipun demikian, sebagai investor jangka panjang, Budi bilang Dapen BCA lebih berfokus pada yield yang dikunci hingga jatuh tempo dan kesesuaian arus kas dengan kewajiban. Dia menyebut selama tidak terjadi realisasi kerugian, kenaikan yield justru dapat membuka peluang re-investasi pada tingkat imbal hasil yang lebih menarik. 

"Oleh karena itu, dampaknya lebih bersifat fluktuasi jangka pendek dibandingkan perubahan fundamental terhadap strategi investasi," tuturnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan SBN akan tetap menjadi instrumen utama portofolio karena karakteristiknya yang relatif rendah risiko dan sesuai dengan kewajiban jangka panjang dana pensiun, serta memenuhi ketentuan regulasi. Namun, dia menilai arah perubahan porsinya tidak ditentukan oleh satu faktor saja.

Menurut Budi, penyesuaian alokasi akan mempertimbangkan kondisi pasar, arah suku bunga, valuasi, serta kebutuhan likuiditas. Jika yield berada pada level yang menarik dan memberikan margin of safety yang memadai, porsi SBN dapat dipertahankan atau ditingkatkan secara selektif. 

"Sebaliknya, jika terdapat peluang di instrumen lain dengan profil risiko yang sesuai, alokasi dapat disesuaikan secara proporsional," ungkapnya.

Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Diproyeksikan Tumbuh Stabil pada 2026

Sementara itu, Budi mengatakan strategi investasi Dapen BCA tahun ini tetap berfokus pada keseimbangan antara imbal hasil dan pengelolaan risiko. Dia menyebut pihaknya melakukan pengaturan durasi portofolio secara hati-hati, menjaga likuiditas untuk kebutuhan pembayaran manfaat, serta memanfaatkan level yield yang lebih tinggi untuk memperkuat imbal hasil jangka panjang.

"Penempatan pada obligasi korporasi berkualitas dan saham tetap dilakukan secara selektif dalam koridor manajemen risiko yang disiplin, sehingga struktur portofolio tetap stabil menghadapi volatilitas pasar," ucap Budi.

Budi menyampaikan per Januari 2026, alokasi investasi di instrumen SBN tercatat sebesar 39% dari total investasi Dapen BCA.

Selanjutnya: Fenomena Hyrox: Kenapa Olahraga Ini Mendadak Viral? Ternyata Ini Manfaatnya

Menarik Dibaca: Fenomena Hyrox: Kenapa Olahraga Ini Mendadak Viral? Ternyata Ini Manfaatnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×