kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Patokan NIM Sudah Hampir Tuntas


Rabu, 21 Juli 2010 / 10:05 WIB


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Uji Agung Santosa

BANDUNG. Bank Indonesia (BI) sudah hampir menuntaskan telaah tentang laporan overhead cost perbankan nasional. Dari hasil telaah tersebut, rencananya BI akan mengeluarkan kebijakan standardisasi overhead cost bank.

Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad menuturkan, selama ini di setiap bank komponen overhead cost bisa berbeda-beda meski ukurannya sama. Ini yang banyak menyimpan celah penggelembungan sehingga persentase nett interest margin menjadi besar. Seperti diketahui, NIM disumbang oleh empat jenis komponen yakni overhead cost, premi risiko, cost of fund, dan margin.

"Akan kami lakukan penyeragaman definisi sehingga nantinya definisi overhead cost antara satu bank dengan bank lain disamakan, supaya jangan yang satu dimasukkan ke pos lain," jelasnya di Bandung, Selasa sore (20/7).

Muliaman bilang, sejatinya bukan hanya komponen overhead cost yang akan diseragamkan, komponen NIM lain seperti premi risiko dan cost of fund juga akan distandardisasi. "Akan digabung menjadi satu dan nanti akan menjadi alat pengawasan," ujarnya.

Bila tidak ada aral melintang, aturan tersebut akan dirilis tahun ini juga. Bentuknya apa? Muliaman belum bisa memastikan. "Bentuknya Peraturan BI atau Surat Edaran, belum tahu," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×