kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,39   0,61   0.07%
  • EMAS951.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 1.12%
  • RD.CAMPURAN 0.52%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pefindo tetapkan peringkat idAA- untuk Ultrajaya Milk


Selasa, 15 September 2020 / 13:57 WIB
Pefindo tetapkan peringkat idAA- untuk Ultrajaya Milk
ILUSTRASI. Teh kemasan Teh Kotak produksi PT Ultrajaya Milk Industry Tbk ULTJ.


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan  peringkat idAA- untuk PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) yang merupakan produsen susu cair dan teh terkemuka di Indonesia.

Pefindo menyebut, peringkat perusahaan adalah stabil. Selain itu, obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya di bandingkan terhadap obligor lain di Indonesia.

"Tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan," tulis Pefindo dalam keterangan pers, yang dipublikasi pada Senin (15/9).

Baca Juga: Produsen susu Ultra (ULTJ) bagi dividen hingga Rp 124,7 miliar, cek jadwal lengkapnya

Meski demikian, peringkat tersebut mencerminkan bahwa posisi pasar perusahaan yang kuat sebagai produsen domestik minuman susu cair dan teh Ultra High Temperature (UHT).

Kemudian didukung struktur permodalan yang konservatif dibarengi proteksi arus kas, likuiditas yang kuat, dan produk yang terdiversifikasi dengan baik.

Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh eksposur perusahaan terhadap fluktuasi biaya bahan baku dan persaingan yang ketat pada industri susu cair maupun teh UHT.

Peringkat tersebut dapat dinaikkan jika perusahaan secara signifikan memperkuat posisi bisnisnya dengan dominasi pasar dan melakukan diversifikasi produk.

Hal ini harus dibarengi peningkatan profitabilitas yang berkelanjutan dengan tetap mempertahankan struktur permodalan yang konservatif.

Peringkat dapat diturunkan jika terjadi penurunan kinerja bisnis perusahaan, dan proteksi arus kas yang melemah sebagai akibat dari perubahan signifikan dalam biaya operasional dan tingkat hutang untuk pembiayaan belanja modal yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan.

Baca Juga: Realisasi Buyback Saham ULTJ: Sudah Serap Rp 1,162 Triliun, Mayoritas Lewat Negosiasi

ULTJ berdiri pada tahun 1971. Perusahaan didukung oleh tiga fasilitas produksi yang berlokasi di Padalarang, Bandung, Jawa Barat. Produk Perusahaan dikategorikan ke dalam produk UHT, Susu Kental Manis (SCM), dan susu bubuk atau minuman bubuk bernutrisi (SPD).

Pendapatan Perusahaan sebagian besar berasal dari penjualan produk UHT yang mencakup hampir 100% dari total penjualan ULTJ di paruh pertama 2020.

Pada tanggal 30 Juni 2020, pemegang saham ULTJ terdiri dari Sabana Prawirawidjaja sebesar 32,12%, Prawirawidjaja Prakarsa 21,40%, PT Indolife Pensiontana 14,19%, Samudera Prawirawidjaja 3,25%, Suhendra Prawirawidjaja 0,95%, dan masyarakat 28,09%.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Corporate Valuation Model Managing Procurement Economies of Scale Batch 5

[X]
×